SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BLITAR
BAGIAN HUMAS DAN PROTOKOL
Jl. Sudanco Supriyadi  No. 17 Telp. (0342) 808061
B L I T A R


PERS RELEASE
Nomor : 489/      /409.018/ 2013

Adipura, Ciptakan Kota Cerdas dan Ekologis

[pdf-embedder url="http://ppid.blitarkab.go.id/wp-content/uploads/2013/06/adipura-300x200.jpg">adipura-300x200	

	Untuk kesekian kalinya, Kota Wlingi Kabupaten Blitar meraih  
penghargaan piala Adipura untuk kategori kota kecil. Penghargaan ini 
sesuai dengan  Keputusan Menteri Lingkungan Hidup RI No.192 Tahun 2013 
Tentang Penghargaan Adipura. Piala yang diserahkan oleh Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono 10 Juni 2013 di Istana Negara Jakarta tersebut juga 
diterima oleh sekitar  142 kota lain seluruh Indonesia dari berbagai 
kategori, baik kategori kota metropolitan, kota besar, kota sedang, 
maupun kota kecil. Salah satu sasaran program Adipura adalah menciptakan 
kota yang cerdas, manusiawi dan ekologis.
	Bupati Blitar, H. Herry Noegroho mengungkapkan, penghargaan ini sebagai 
support untuk lebih membangun, berbenah. Selain Adipura, kabupaten yang  
memiliki 22 kecamatan ini juga pernah meraih penghargaan lain antara 
lain; dibidang penataan transportasi, ketahanan pangan dan lain 
sebagainya. Untuk itu berbagai macam pengahrgaan akan menjadi 
penyemangat untuk lebih baik lagi. Harapannya, kedepan, Kabupaten Blitar 
bisa memboyong  Adipura Kencana.
Ditempat terpisah, Ir. M. Krisna Triatmanto,M.Si, Kepala Badan 
Lingkungan Hidup mengatakan,  Kota Wlingi mendapat Adipura ; sebelum 
reformasi  4 kali	( 1992-1993 ; 1993-1994 ; 1994-1995 ; 1995-1996 ), 
setelah reformasi selama 6 kali 	( 2006-2007 ; 2007-2008 ; 2008-2009 ; 
2009-2010 ;  2011-2012 ; 2012-2013 ). Menurutnya, dengan Keberhasilan 
Kota Wlingi mendapatkan Adipura setiap tahun, maka Kebersihan dan 
Keasrian Lingkungan Perkotaan  akan dikembangkan ke setiap Ibukota 
Kecamatan di    Kab. Blitar melalui GEMA ADIPURA ( Gerakan 
Memasyarakatkan Adipura ) dan Lomba Kebersihan dan Keasrian Ibukota 
Kecamatan, yang telah dilakukan sejak tahun 2008. Kriteria penilaian 
baik fisik maupun non fisik. Kriteria fisik merupakan  gambaran kondisi 
fisik lingkungan perkotaan yang meliputi kebersihan ruang terbuka, 
pengendalian pencemaran air dan udara. Sedangkan criteria non fisik 
gambaran proses pengelolaan lingkunagn perkotaan yang terdiri dari 
perencanaan pengelolaan lingkungan perkotaan dan konsistensi pelaksanaan 
kegiatannya. Untuk Kota Wlingi, beberapa titik penilaian antara lain; 
Pengolahan Sampah PERUMAHAN KAUMAN,  Keberadaan Fasilitas PERUMAHAN 
KAUMAN ,
Proses Pengolahan PERUMAHAN KAUMAN, Lokasi PERUMAHAN MAJEGAN, Area 
Perumahan PERUMAHAN MAJEGAN, Sampah (termasuk gulma) PERUMAHAN MAJEGAN, 
Drainase PERUMAHAN MAJEGAN, Sampah (termasuk gulma, sedimen) PERUMAHAN 
MAJEGAN,  RTH PERUMAHAN MAJEGAN, Sebaran pohon peneduh PERUMAHAN 
MAJEGAN, Fungsi pohon peneduh PERUMAHAN MAJEGAN.
Dijelaskan pula, persiapan lomba  untuk meraih Adipura antara lain; 
menggerakkan seluruh warga yang dikoordinasikan melalui “Satgas Bangun 
Praja Wibawa“ Kota Wlingi. Satgas Bangun Praja Wibawa” Kota Wlingi ini 
terdiri dari unsur-unsur warga masyarakat yang peduli atas kebersihan 
dan keasrian Kota Wlingi. Cara lain yaitu  dengan terus - menerus 
melakukan perbaikan fasilitas Umum, terutama RTH / Taman dan Pedestrian, 
berinovasi dalam pengelolaan lingkungan dengan membangun Instalasi 
Pengelolaan sampah plastic menjadi BBM di TPA Tegalasri dan memperbanyak 
pendirian Bank Sampah di Lingkungan perumahan di Kota Wlingi. Sampai 
saat ini di Kota wlingi sudah berdiri 5 Bank sampah, sebagai bentuk 
Pengelolaan sampah Mandiri.
	Partisipasi masyarakat diakui sangat besar dalam meraih penghargaan 
Adipura tersebut. Mereka telah sadar memilah sampah sejak dari Rumah 
Tangga, yaitu sampah organic dan sampah an-organik. Selain itu, setiap 
lingkungan permukiman telah mengembangkan Kawasan Hijau, yaitu setiap 
rumah memanfaatkan lahan pekarangan dengan tanaman organic / sayuran 
dalam polybag serta menambah penanaman tanaman hias dalam pot-pot. 
Kedepan untuk  menuju AdipuraKencana langkah yang dilakukan oleh  
Pemerintah Kabupaten Blitar yaitu dengan membnagun Isntalasi 3R di 
lingkungan Majegan Kelurahan Wlingi, Lingkungan Kromasan Kelurahan Beru. 
Selain itu mengembangkan dan menyempurnakan RTH Kota Wlingi sebagai 
paru-paru kota dan pusat kegiatan masyarakat yang rekreatif dengan 
menambah sarana prasarana permainan anak, jogging track, air mancur, 
lapangan senam, taman keaneragaman hayati, rumah kompos, yang dapat 
dijadikan sarana pembelajaran lingkungan.
	Program Adipura merupakan program Kementerian Lingkungan Hidup yang 
dalam pelaksanaan penyelenggaraan dilaksanakan oleh Deputi Bidang 
Pengelolaan B3, Limbah B3 dan Sampah. Landasan pelaksanaan Program 
Adipura adalah Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 07 tahun 
2012 tentang Pdoman pelaksanaan Program Adipura. Inti pelaksanaan 
Program ADIPURA adalah evaluasi  kinerja pemrintah daerah dalam 
pengelolaan lingkungan perkotaan, berdasarkan kriteria dan indikator 
yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi digunakan untuk mengetahui sejauh 
mana daerah telah mencapai tata kepemerintahan yang baik dalam 
pengelolaan lingkungan perkotaan.


Dikeluarkan di :  B l i t a r
Pada tanggal    :   Juni 2013







Kepala Bagian Humas dan Protokol



JONI SETIAWAN, S.Sos,  MSi
Pembina
NIP.  19690611 198809 1 001