Naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tentu banyak menuai protes, mengingat ini merupakan kebijakan yang tidak popular. Kendati demikian, Pemerintah tidak tutup mata. Program Jangka Pendek yang dilaksanakan oleh Pemerintah bersamaan dengan pengurangan subsidi BBM adalah program Bantuan langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Tujuannya, untuk membantu mempertahankan daya beli Rumah Tangga Miskin dan Rentan. Sehingga mereka bisa memenuhi kebutuhan hidup Rumah Tangga, pembelian obat-obatan kesehatan, biaya pendidikan dan keperluan lainnya.
Bupati Blitar, H. Herry Noegroho dalam sambutannya pada acara penyerahan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) Senin (1/7) di Pendopo Kecamatan Sutojayan menginstruksikan kepada Kepala SKPD terkait, Camat, Lurah, Kepala Desa se Kabupaten Blitar untuk mensukseskan program BLSM dengans ebaik-baiknya. Ini sesuaid engan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2013 serta Instruksi Mendagri 17 Juni 2013 tentang Pembagian Kartu Perlindungan Sosial (KPS) dan Penanganan Pengaduan Masyarakat. Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini juga meminta untuk PT.POS dapat melaksanakan pembayaran BLSM dengan sebaik-baiknya sesuaid engan ketentuan dan kewenangan yang diberikan pada PT. POS.
Ditempat yang sama, dalam laporannya Kepala Dinas Sosial Kabupaten Blitar, Izul Mahrom menjelaskan, jumlah penerima BLSM di kabupaten yang memiliki 22 kecamatan ini berjumlah sekitar 72.026 keluarga. Sebelumnya mereka menerima Kartu Perlindungan Sosial (KPS). Setiap keluarga penerima BLSM mendapat 150 ribu per bulan yang diterimakan sekitar 3 sampai 4 bulan sekali.
Dijelaskan pula, dalam menghitung APBN 2013 Pemerintah dan DPR menyepakati harga minyak mentah Indonesia sebesar US$ 100 per barel sebagai patokan. Kenyataannya, selama triwulan I rata-rata harga minyak mentah Indonesia saat ini sudah US$ 111,12 per barel. Sedangkan konsumsi premium dan solar juga meningkat dari 41,8 miliar liter pada 2011 menjadi 45,0 miliar liter pada 2012. Dari anggaran subsidi sebesar 193,8 triliun atau 11,5% dari pagu APBN itu, lebih dari 50% susbsidi BBM dinikmati oleh 20% orang terkaya di Indonesia. Sementara hanya sekitar 2% dari APBN yang dialokasikan untuk Program Bantuan Sosial berbasis Rumah Tangga Miskin seperti raskin, bantuan Siswa Miskin, PKH dan Jamkesmas. Melihat kebijakan subsidi seperti yang tersebut diatas, maka perlu diubah dari subsidi harga komoditas menjadi subsidi yang tepat sasaran. Anggaran subsidi BBM direalokasikan untuk Program Percepatan dan Perluasan Perlindungan Sosial (P4S).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Blitar menyerahkan secara simbolis BLSM kepada keluarga penerima bantuan tersebut. Di kecamatan Sutojayan keluarga penerima BLSM sekitar 2 ribu.. Dihari yang sama Wakil Bupati Blitar juga menyerahkan secara simbolis bantuan serupa di Kecamatan Doko. Jumlah penerima BLSM di Kecamatan Doko sekitar 1429 keluarga. (humas)