Meski kenaikan harga BBM sudah berlangsung sejak 1 bulan yang lalu, namun hingga kini tarif angkutan dalam kota yang berlaku di wilayah Kab. Blitar masih menggunakan tarif lama. Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Blitar, Suyanto mengungkapkan, sampai saat ini pemerintah belum menentukan kenaikan tarif angkutan dalam kota dan belum ada koordinasi lebih lanjut dengan pihak Organda. Sehingga tarif yang berlaku masih tarif lama, yakni antara Rp 2.500 – Rp. 5.000. Jika menilik dari kenaikan harga BBM sekitar 30%, maka dimungkinkan kenaikan tarif dalam kota juga akan mencapai sekitar 30%. Jika sudah disepakati baik oleh Pemkab. Blitar maupun Organda, maka kenaikan tarif angkutan akan diatur dalam SK Bupati. Tidak hanya tarif angkutan dalam kota, hingga kini tarif angkutan antara kota seperti Blitar-Malang, Blitar-Kediri, Blitar-Tulungagung, juga belum ada kenaikkan. Berbeda dengan kenaikan tariff angkutan umum dalam kota, kenaikan tarif angkutan umum antar kota ditetapkan oleh Pemerintah Propinsi Jatim dan sampai saat ini, Dishubkominfo Kab. Blitar belum menerima surat dari Pemerintah Propinsi Jatim.
Saat disinggung mengenai ada tidaknya para pengusaha angkutan yang menaikkan tarif secara sepihak, Suyanto mengungkapkan, hingga kini Dishubkominfo belum menerima laporan perihal tersebut, sehingga kemungkinan besar tarif yang diberlakukan masih tarif lama. (IM-Dishubkominfo)