Posyandu sangat penting dan strategis dalam memberikan pelayanan kesehatan, imunisasi, gizi, makanan tambahan, dan KB. Tidak heran jika Pemerintah Kabupaten Blitar bersemangat dan giat melaksanakan kegiatan tersebut. Hasilnya, bukan saja masyarakat, ibu dan balita yang sehat namun Kabupaten Blitar berhasil meraih jawara dalam lomba tingkat nasional KB Kesehatan yang notabene penghargaan itu diberikan pada puncak peringatan Harganas ke – XX 2013 di Kendari , 29 Juni lalu. Selain itu, tiga penghargaan lain juga diraih oleh kabupaten yang memiliki 22 kecamatan ini, yakni, juara PHBS, Lingkungan bersih dan Hatinya PKK. Berkaca dari keberhasilan ini, Kabupaten Blitar menjadi daya tarik bagi daerah lain di Indonesia untuk melakukan studi banding. Satu diantaranya, Kabupaten Nias.
Bupati Nias, Drs. Sokhiatulo Laoli, MM saat studi bandingnya ke Kabupaten Blitar, Senin (2/7) mengungkapkan, gerakan Posyandu di Nias baru satu tahun dirintis. Itupun baru satu kecamatan. Setelah melakukan konsultasi dengan Kementerian Kesehatan, pihak Kemenkes merekomendasikan Kabupaten Blitar untuk dijadikan acuan dari Pogram Pokjanal. Untuk itu, 24 orang yang diketuai langsung Bupati Nias sekaligus pihak SURFAID Internasional ingin langsung melihat pelaksanaan program Posyandu di Kelurahan Jegu Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar, sebagai duta Jawa Timur dalam lomba KB Kes tingkat nasional.
Sementara itu, Bupati blitar, H. Herry Noegroho dalam sambutannya mengatakan, posyandu juga wahana atau forum komunikasi pelayanan terpadu dan dinamis dari lintas sector dan lintas program pembangunan yangaada disetiap desa/kelurahan. Gerakan Posyandu se-Kabupaten Blitar dilaksanakan secara terpadu baik daris egi perencanaan, pelaksanaan, pembinaan, monitoring dan evaluasinya. Pelayanannya juga dilaksanakan secara dinamis, disesuaikan dengan perkembangan dan dinamika masyarakat baik dalam hal kemampuan, kebutuhan, maupun aspirasi yang berkembang di masyarakat. Bertitik tolak dari itu, perhatian Pemerintah Kabupaten Blitar dibuktikan diantaranya dengan; kelembagaan Pokjanal Posyandu yangs emakin mantap didukung penuh oleh dewan Penyantun mulai dari Tim penggerak PKK Kabupaten hingga Desa/kelurahan, adanya Komitmen Politis dan dukungan yang kuat dari Ketua Dewan Penyantun PKK, komitmen operasional lintas sector yang makin meningkat, sedangkan mengenai dana kegiatan Posyandu, Pemerintah kabupaten Blitar mengupayakan selalu ada peningkatan dari tahun ketahun melalui Dinas Kesehatan, Bapemas, badan PPKB, Dinas terkait lainnya sebagai anggota dewan penyantun PKK.
Dijelaskan pula, fungsi dan peran Posyandu yang ada di kabupaten Blitar tidak hanya pelayanan KB, KIA, gizi maupun imunisasi namun juga diperluas antara lain; pendidikan anak usia dini, BKB, UPGK, UPPKS, ketahanan pangan, kesehatan lingkungan, warung Posyandu, dan Posyandu lansia. Kegiatan pelayanan Posyandu di kabupaten ini tidak hanya menganut 5 meja tetapi sudah menjadi 6 meja, yakni Lumbung pitutur. Kegiatan Lumbung Pitutur dilaksanakan MoU antara badan PPKB dan Dinas Kesehatan. Lumbung Pitutur ini sebagai tempat konsultasi, memecahkan masalah sekaligus menacri solusi bersama terkait masa;ah rumah tangga, pendidikan anak , KDRT dan lain sebaginya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar dr. Kuspardani dalam paparannya menjelaskan, di Kelurahan Jegu terdapat 4 posyandu dan 1 posyandu lansia. Pembiayaan Posyandu antara lain dari ADD Desa, BOK dari Puskesmas, Kas Simpan pinjam, Arisan Balita, warung Posyandu dan CSR. Kegiatan Posyandu sehari sebelum pelaksanaan (H-1) disebarluaskan oleh kader yang dibantu tukang sayur keliling (ethek). Sehingga informasi kegiatan posyandu cepat sampai. (humas)