Keberadaan daging gelonggongan sangat meresahkan masyarakat, namun untuk Kabupaten Blitar dipastikan terbebas dari daging gelonggongan. Kepastian ini diungkapkan Kepala Dinas Peternakan Kab. Blitar, Mashudi. Mashudi mengungkapkan, dari hasil operasi rutin yang digelar Dinas Peternakan setiap bulannya di sejumlah Pasar Hewan, pasar tradisional, serta Rumah Potong Hewan, hingga 2 pekan menjelang Hari Raya Idul Fitri, tidak diketemukan beredarnya daging sapi gelongongan. Dinas Peternakan telah memastikan, jika para pedagang menjual daging dalam kondisi layak konsumsi, sehingga masyarakat diminta tidak khawatir. Mashudi menjelaskan, daging sapi gelonggongan merupakan daging sapi yang sebelum disembelih dipaksa meminum air dalam jumlah yang sangat banyak. Tujuannya agar berat daging menjadi bertambah dan pada akhirnya digunakan untuk mengelabui timbangan konsumen. Daging sapi gelonggongan memiliki ciri-ciri warna daging tidak merah melainkan kehitam-hitaman, daging lembek, permukaan daging basah (menandakan banyaknya air), dan biasanya penjual tidak menggantung daging saat menjualnya karena bila digantung maka akan banyak air yang menetes dari daging. (IM-Dishubkominfo)