Maraknya peredaran dan kasus narkoba di Kabupaten Blitar mendapat perhatian dari MUI Kabupaten Blitar. Sekretaris MUI Kabupaten Blitar, Suudi mengaku prihatin dengan kasus narkoba yang semakin meningkat. Berdasarkan data yang dirilis BNN Kabupaten Blitar, kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba meningkat 10% lebih. Pada 3 bulan terakhir ini, kasus narkotika untuk jenis ganja 20 kasus, psikotropika jenis shabu 15 kasus, ekstasi 6 kasus, leksotan 10 kasus, dan pelanggaran undang-undang kesehatan seperti dekstro, 26 kasus serta double L, 30 kasus.
Lebih lanjut Suudi mengungkapkan, “Kondisi ini harus segera kita sikapi dengan melakukan aksi perang melawan narkoba untuk menyelamatkan generasi muda dengan cara melakukan sosialisasi bahaya narkoba pada ormas. Kami mendukung rekomendasi Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU (LKKNU) agar pemerintah daerah membuat payung hukum narkoba”.
Bupati Blitar, Herry Noegroho saat disinggung mengenai rekomendasi LKKNU, mengungkapkan, “Sebelum memberikan persetujuan payung hukum narkoba, kami akan melakukan kajian terlebih dahulu, mengingat aturan hukum yang lebih tinggi mengenai narkoba sudah ada, seperti UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika”. (IR-Dishubkominfo)