Tantangan besar akan dihadapi ribuan pelaku UKM dan UMKM di Kab. Blitar, mengingat pada tahun 2014 mendatang Asian Community Economy mulai dilaksanakan. Salah satunya terkait mulai dibukannya Pasar Bebas Asia yang memberikan kesempatan besar bagi produk-produk sejumlah negara-negara di Asia untuk masuk ke Indonesia. Oleh karena itu, dalam rangka menghadapi Pasar Bebas Asia, Dinas Koperasi dan UKM Kab. Blitar membuka klinik konsultasi gratis untuk pelaku UKM dan UMKM. Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kab. Blitar, Herman Widodo, klinik konsultasi bisnis tersebut memberikan pelayanan informasi berikut pembinaan kepada para pelaku UKM dan UMKM baik dari sisi ketrampilan SDM maupun kualitas produk. Bagaimana kreatifitas mereka dalam mengembangkan produk bisa lebih ditingkatkan. Selain itu, dari sisi kualitas produk harus lebih baik, mengingat hasil produk sejumlah negara di Asia seperti Jepang dan Korea sangat memperhatikan segi kualitas utamanya bahan. Label sertifikasi halal-pun harus ada dalam setiap produk asal Kab. Blitar agar bisa menarik minat konsumen untuk membeli. Ini juga tidak terlepas dari masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim. Lenih lanjut Herman mengungkapkan, agar bisa bersaing dengan produk-produk luar negeri, promosi melalui pameran juga menjadi kebutuhan utama untuk lebih mengenalkan produk yang dihasilkan pelaku UKM dan UMKM di Kab. Blitar. Namun diakuinya, pameran produk-produk unggulan Kab. Blitar tidak bisa dilaksanakan secara maksimal. Kendala utamanya adalah keterbatasan anggaran, dimana untuk kebutuhan tersebut, Dinas Koperasi dan UKM hanya mendapatkan alokasi anggaran di bawah Rp 50 juta. (IM-Dishubkominfo)