Menyambut kurikulum baru Tahun 2013, belum semua sekolah di Kabupaten Blitar mendapatkan bantuan buku dari Kementerian Pendidikan RI. Kepala Dinas Pendidikan Daerah Kab. Blitar, Romelan mengatakan, hingga kini baru beberapa sekolah yang ditunjuk pemerintah pusat sebagai pilot project pelaksanaan kurikulum baru tahun 2013 yang sudah mendapatkan bantuan buku dari Kementerian Pendidikan. Dari 42 lembaga SMP Negeri, baru 5 SMPN yang menerima buku, yakni SMPN Binangun, SMPN 1 Garum, SMPN Srengat 1, dan SMPN Srengat 2. Sedangkan dari 7 lembaga SMA Negeri, baru 3 sekolah yang mendapatkan bantuan buku, yakni SMAN Garum, SMAN Talun, dan SMA Kesamben. Sedangkan SMK Negeri hanya 3 SMKN yang sudah menerima bantuan buku, diantaranya SMKN Nglegok dan SMKN Kesamben. Sehingga masih banyak lembaga sekolah negeri yang belum bisa menjalankan kurikulum baru tahun 2013, karena tidak menerima bantuan buku dari Pemerintah Pusat. Terkait hal tersebut, Dinas Pendidikan Daerah tidak mengajukan anggaran untuk pengadaan buku pada PAK tahun ini, khususnya untuk sekolah-sekolah yang belum mendapatan bantuan buku. Anggaran yang diajukan adalah anggaran untuk pelatihan guru menghadapi kurikulum baru sebesar Rp 500 juta. Lebih lanjut menurut Romelan, kurikulum baru Tahun 2013 kemungkinan dilaksanakan di sekolah-sekolah yang belum mendapat buku, sepanjang pemerintah pusat sudah siap memberikan bantuan buku, mengingat hingga tahun 2014 anggaran pengadaan buku juga belum akan diajukan. Romelan menambahkan, untuk sekolah-sekolah yang belum menerima bantuan buku kurikulum 2013, masih bisa menggunakan buku tahun ajaran lama yakni tahun 2012. Meskipun berbeda isi dan materi yang diajarkan, namun Romelan yakin siswa bisa menyesuaikan. Hal ini juga tidak berpengaruh pada pelaksanaan UNAS bagi siswa yang masih mendapatkan pengajaran dengan kurikulum lama, karena sebelum UNAS akan ada pelatihan untuk siswa yang menyesuaikan dengan soal yang akan diujikan. (IM-Dishubkominfo)