Menindaklanjuti adanya gangguan serangan hama wereng di beberapa wilayah pertanian Kabupaten Blitar, Dinas Pertanian Kabupaten Blitar memberikan bantuan pestisida kepada petani. Eko Prio Utomo, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Blitar mengungkapkan, beberapa wilayah pertanian di Kabupaten Blitar mendapat serangan hama wereng. Dari 11.000 Ha lahan pertanian yang ditanami padi saat ini, berdasarkan data yang masuk ke Dinas Pertanian 1,6% diantaranya saat ini terserang hama. Lebih lanjut menurut Eko, kondisi ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Blitar saja, namun juga di daerah lain. Penyebabanya adalah karena frekwensi hujan yang cukup tinggi beberpa saat lalu, sehingga petani tidak bisa melakukan penanaman antara padi dan polowijo. Tindakan yang dilakukan Dinas Pertanian diantaranya adalah menurunkan petugas lapangan seperti mantri pertanian dan petugas pengamat organisme pengganggu tumbuhan, serta untuk daerah yang terkena serangan hama wereng diberikan bantuan pestisida guna memusnahkan hama wereng tersebut. Langkah ini diharapkan efektif untuk memusnahkan serangan hama wereng, dan Dinas Pertanain juga terus melakukan pantaun dilapangan untuk memastikan serangan hama wereng berkurang atau bahkan tidak menyerang lagi. Disinggung mengenai serangan hama wereng, DPRD Kabupaten Blitar meminta persoalan hama wereng harus segera di antisipasi. Desakan itu dilontarkan Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Blitar, Idris Marbawi. Idris mengungkapkan, serangan hama wereng yang dialami petani di beberapa daerah di Kabupaten Blitar cukup meresahkan. Sehingga Dinas Pertanian harus segera mengambil langkah cepat, diantaranya turun langsung ke lapangan untuk mengetahui jenis hama wereng apa yang menyerang tanaman padi. Langkah cepat ini perlu dilakukan agar tindakan yang dilakukan tepat sasaran, serangan hama wereng tidak meluas yang bisa menyebabkan tanaman padi gagal panen (puso). Selain itu, DPRD berharap Dinas Pertanian juga mengambil langkah pemusnahan hama wereng secara sisitematis agar petani tidak resah. (IR-Dishubkominfo)