Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kab. Blitar dari 601 Calon Jamaah Haji (CJH) yang tahun ini akan beribadah ke tanah suci, tercatat 182 diantaranya tergolong Resiko Tinggi (Risti), masing-masing 162 CJH termasuk dalam kategori observasi dan 20 CJH termasuk dalam pengawasan . Sedangkan 419 lainnya termasuk CJH mandiri. Menurut Kabid Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan Dr Hari Purwanto, disamping karena faktor usia yang rata-rata diatas 60 tahun, CJH yang tergolong Risti tersebut juga disebabkan karena menderita penyakit seperti gagal ginjal, hipertensi, jantung, dan kencing manis. Karenanya dibutuhkan penanganan khusus terhadap mereka. Untuk CJH yang termasuk dalam observasi ini akan mendapatkan pemeriksaan kesehataan secara rutin selama di tanah suci, sedangkan untuk CJH yang dalam pengawasan akan didampingi petugas kesehatan sepenuhnya selama mereka menjalankan ibadah. Sementara CJH Kab. Blitar sendiri tergabung dalam 2 kloter yakni kloter 29 dan 30. Dinas Kesehatan menyediakan 6 petugas medis berikut 2 unit ambulance, untuk mengantarkan CJH hingga ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Masing-masing CJH sudah menjalan 2 kali pemeriksaan kesehatan, yakni 6 bulan dan 2 bulan sebelum pemberangkatan ke tanah suci. Selain vaksin meningitis para CJH juga mendapatkan vaksin influensa untuk pencegahan terhadap penyakit corona , karena vaksi khusus untuk penyakit tersebut belum ada. (IM-Dishubkominfo)