Meskipun ditemukan 13 kasus malaria di Kabupaten Blitar, namun kasus tersebut ditemukan dari pendatang Kalimantan dan Papua. Demikian diungkapkan Hari Purwanto, Kabid P2MK, Pencegahan dan Penanggulangan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. Menurut Heri,  penderita malaria yang berasal dari Blitar tidak ditemukan, meskipun ada tempat yang berpotensi menyebarkan penyakit malaria, diantaranya Jolosutro, Tambakrejo, dan Serang. Namun hingga kini belum pernah ditemukan satupun penderita endemis dari kawasan tersebut. Sementara itu, dari 13 kasus yang ditemukan diantaranya terdapat di Kecamatan Garum, Kanigoro, dan Sankulon.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kab. Blitar akan terus melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat tentang antisipasi pencegahan terhadap munculnya penyakit malaria, yaitu dengan cara setiap keluarga menerapkan 3M, dan Dinas Kesehatan akan melakukan pengecekan darah kepada setiap pendatang. (IR-Dishubkominfo)