Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kab. Blitar, hingga bulan September 2013, penyerapan dana Jampersal mencapai Rp 4 miliar. Dana tersebut terserap melalui dana jampersal yang diajukan oleh bidan/praktek swasta sebesar Rp 3,6 miliar, dan pengajuan oleh Puskesmas sebesar Rp 369 juta. Kabid Pengembangan Sumberdaya Kesehatan Dinas Kesehatan Kab. Blitar, Agus Suparnadi mengungkapkan, tahun ini kuota Jampersal yang diterima Kab. Blitar mencapai Rp 8,8 miliar, sehingga dengan nilai penyerapan tersebut, maka hingga 3 bulan kedepan dana Jampersal masih tersisa sebesar Rp 4,574 miliar. Diakui Agus, program jampersal mendapat respon cukup baik dari masyarakat dan berdampak positif untuk menekan angka kematian ibu dan bayi di Kab. Blitar. Syarat pengajuan Jampersal cukup mudah, ibu yang akan melahirkan cukup mengajukan KTP dan buku KIA saja.

Dana Jampersal Kab. Blitar tidak dikucurkan melalui APBD, namun dari Pemerintah Pusat melalui Bank Pemerintah. Untuk pengajuan bidan/praktek swasta, pencairan klaim Jampersal langsung dilakukan di rekening yang bersangkutan, sedangkan untuk Puskesmas melalui mekanisme APBD. (IM-Dishubkominfo)