Dari 22 kecamatan di Kabupaten Blitar yang akan menggelar Pilkades serentak pada 27 Oktober 2013 mendatang, hanya 2 kecamatan saja yang wilayahnya tergolong aman yakni Kec. Wonotirto dan Udanawu. Sedangkan 20 kecamatan lainnya termasuk rawan dan perlu mendapat perhatian khusus. Demikian diungkapkan Kepala Satpol PP Kab. Blitar, Toha Mashuri. Menurut Toha, seperti di Kec. Ponggok, beberapa desa yang akan menggelar Pilkades serentak perlu diwaspadai, diantaranya Desa Bendo yang calonnya menyatakan mundur dan hingga kini belum ada warga setempat yang mendaftarkan diri dan macung sebagai calon kepala desa. Selain itu Desa Candirejo dan Kebonduren yang jumlah DPT-nya cukup banyak, yakni mencapai 6.000-7.000 orang. Sementara itu, di kawasan timur seperti di Desa Popoh Kec. Selopuro misalnya, dimana kantor desa setempat berada di tepi jalan raya. Berdasarkan pengamatan di lapangan, beberapa indikasi desa yang perlu mendapat perhatian khusus yakni terkait letak geografisnya yang berbatasan dengan wilayah lain seperti Malang, Tulungangung, dan Kediri yang memungkinkan masuknya botoh dari luar Blitar, kemudian penitia atau BPD yang netralitasnya diragukan masyarakat, calon yang macung pernah bertemu pada pemilihan sebelumnya, serta jumlah TPS di Desa yang lebih dari satu. Berdasarkan pemetaan dari Polres Blitar, setidaknya ada 106 TPS yang termasuk kategori rawan. Oleh karena itu, Polres Blitar secara khusus menempatkan 10 hingga 20 aparat di setiap TPS. (IM-Dishubkominfo)