Tingginya nilai Sisa Lebih Pemakaian Anggaran (SILPA) di Kabupaten Blitar, tidak hanya dikarenakan belum terserapnya anggaran belanja langsung untuk proyek fisik, namun tingginya nilai SILPA justru lebih banyak dipengaruhi oleh belum terealisasinya anggaran tunjangan sertifikasi guru dan tambahan penghasilan PNS non guru yang nilainya miliaran rupiah. Demikian diungkapkan Sekretaris Daerah Kab. Blitar, Palal Ali Santoso. Menurut Palal, saat ini Pemkab. Blitar sudah menerima transfer anggaran dari Kementerian Keuangan, namun karena SK Kementerian Pendidikan untuk pencairan tunjangan sertifikasi guru belum turun, anggaran tersebut tidak dapat terserap. Sebaliknya, untuk proyek fisik hanya menyumbangkan sedikit SILPA. Hal ini disebabkan penyelesaian proyek fisik tersebut sesuai ketentuan dan harus mengacu pada batas waktu yang telah ditetapkan, sehingga jika sebelum batas waktu, anggaran telah terserap, justru menyalahi ketentuan. Batas waktu jatuh tempo penyelesaian prpyek fisik di Kabupaten Blitar adalah sampai dengan September – Oktober.

Sementara itu, untuk tahun 2012 lalu, nilai SILPA Kabupaten Blitar cukup tinggi yakni mencapai Rp 142 miliar. (IM-Dishubkominfo)