Program profile desa online telah digulirkan sejak tahun 2012 lalu, dimana profile desa tidak hanya dapat dilihat melalui buku manual saja, namun dapat diakses pula melalui internet. Namun hampir 2 tahun berjalan, baru 30 desa di Kab. Blitar yang sudah memiliki profile desa secara online. Menurut Kepala Bapemas Kab. Blitar Agus Budi Handoko, di tahun pertama program tersebut dijalankan hanya 5 desa saja yang sudah menggunakan fasilitas internet untuk mengakses profile desa mereka. Sedangkan di tahun 2013 ini, jumlahnya hanya bertambah 25 desa saja,  sehingga dari  248 desa/kel di Kab. Blitar, baru 12,1% saja profil desa yang dapat diakses secara online. Menurut Agus, program ini belum berjalan maksimal dikarenakan kendala anggaran, seperti di tahun 2013, APBD hanya mengalokasikan dana sebesar Rp 70 juta. Meski demikian Bapemas mentargetkan tahun 2014 mendatang, semua desa sudah menggunakan sistem online untuk penyediaan informasi mengenai profile desa. Bapemas sendiri menggandeng fasilitator PNPM sebagai tenaga IT.

Dengan profile desa yang dapat diakses secara online tersebut, diharapkan informasi mengenai potensi desa dapat lebih mudah diketahui oleh masyarakat tidak hanya lokal namun juga internasional. Diantaranya informasi mengenai potensi SDA, SDM, kelembagaan, dan sarana/prasarana di desa. (IM-Dishubkominfo)