Berdasarkan data Bapemas, dari 3.083 jumlah jabatan perangkat di 220 desa di Kab. Blitar, hanya 2.143 diantaranya yang terisi, sehingga ada 940 posisi perangkat yang sampai saat ini kosong. Jabatan tersebut masing-masing kaur sejumlah 215, kasun sejumlah 50, petugas teknis lapangan sebanyak 675. Menurut Kepala Bapemas Kab. Blitar, Agus Budi Handoko, kekosongan jabatan ratusan perangkat tersebut dirasakan cukup berpengaruh pada pelayanan masyarakat di tingkat desa, diantaranya seperti pelayanan untuk pengurusan KTP atau KK. Terlebih kedisiplinan perangkat desa sendiri masih cukup rendah, dimana  mayoritas kantor desa hanya memberikan pelayanan di bawah standar jam kerja yakni di bawah 8 jam.

Bapemas sendiri belum dapat memastikan kapan kekosongan ratusan perangkat desa tersebut bakal terisi, karena penunjukkan perangkat tergantung pada Kepala Desa. (IM-Dishubkominfo)