Sejak diterapkannya e-Procurement  melalui  layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) bagi  Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi lainnya (KLDI) di seluruh Indonesia Tahun 2011, kali pertama Kabupaten Blitar mendapatkan penghargaan e-Procurement Award Tahun 2013 Kategori Kinerja Sistem Elektronik. Penghargaan ini sebagai apresiasi KLDI di Indonesia yang berhasil melakukan sosilaisasi pelayanan barang dan jasa secara elektronik kepada masyarakat di seluruh penjuru tanah air. Sehingga mampu menjaring lebih banyak penyedia, serta kredibilitas pengadaan Indonesia dapat diperhitungkan dalam mewujudkan kepercayaan masyarakat akan praktik pengadaan barang/jasa pemerintah yang efektif, efisien, dan bebas korupsi.  Demikian disampaikan  Budi Kusumo, Kepala Bagian Pembangunan Kabupaten Blitar di ruang kerjanya, Rabu (8/1).

Lebih lanjut diungkapkannya, Pemerintah Kabupaten Blitar sangat bersyukur dengan penghargaan tersebut. Ini merupakan bukti bahwa, Pemkab. Blitar sangat berkomitmen untuk menjalankan LPSE dengan serius. Juga sebagai langkah  pencegahan dan pemberantasan korupsi, menciptakan pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Harapannya kedepan, penghargaan serupa juga kembali diraih oleh Kabupaten Blitar. Pelayanan kepada masyarakat melalui LPSE ini juga makin meningkat.

Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012 sebagai perubahan atas Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, dan Instruksi Presiden No. 17 Tahun 2011 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2012, yang mewajibkan setiap K/L/D/I untuk melaksanakan seluruh/sebagian kegiatan pengadaan barang/jasa secara elektronik melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Pengadaan barang/jasa secara elektronik antara lain untuk: meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat, memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan, mendukung proses monitoring dan audit, dan memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.

Sekedar catatan, Penerapan e-Procurement melalui LPSE  menunjukkan perkembangan yang sangat pesat, hingga kini sudah terdapat sekitar 539 LPSE di seluruh Indonesia. (Humas)