Blitar – Berdasarkan data Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Blitar, akibat erupsi Gunung Kelud, tercatat 2.580 ha lahan hutan di sekitar kawasan Gunung Berapi setinggi 1.731 DPL tersebut habis tak bersisa. Wakil Bupati Blitar, Rijanto mengaku, saat ini pemerintah masih berkoordinasi dengan Perhutani mengenai rencana penghijauan kembali kawasan hutan yang rusak akibat terkena dampak letusan Gunung Kelud tersebut. Mengingat ribuan hektar lahan hutan yang kini tidak lagi rimbun dan hijau tersebut merupakan wilayah Perhutani, sehingga kewenangan untuk melakukan konservasi sepenuhnya ada di tangan Perhutani.

Lebih lanjut Wakil Bupati mengungkapkan, Pemkab. Blitar sepenuhnya akan mendukung upaya penghijauan hutan yang merupakan hutan lindung tersebut karena selain sebagai langkah untuk mengembalikan ekosistem, penanaman kembali hutan tersebut juga secara tidak langsung berdampak pada kehidupan masyarakat Kab. Blitar yang tinggal di sekitar Kawasan Gunung Kelud.

Berdasar pantauan Dinas Kehutanan dan Perkebunan, untuk kawasan hutan rakyat dan perkebunan yang dikelola masyarakat tidak mengalami kerusakan berarti. Meski demikian, tahun 2014 ini Pemkab. Blitar kembali melaksanakan program konservasi hutan rakyat yang bibitnya didapatkan dari bantuan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. (IM-Dishubkominfo)