Blitar – Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana membangun dermaga penyeberangan sungai di beberapa titik di Kabupaten Blitar. Pembangunan dermaga tersebut diawali di tiga titik penyeberangan sungai yang penghubungkan antara Kabupaten Blitar dan Kabupaten Tulungagung. Ketiga titik penyebarangan tersebut adalah Dusun Bedali Desa Purwokerto Kec. Srengat dengan Dusun Umbutsewu Desa Kaliwungu Kec. Ngunut, Dusun Manggar Desa Kunir Kec. Wonodadi dengan Dusun/Desa Ngunut Kec. Ngunut, dan di Dusun Tumpuk Desa Purwokerto Kec. Srengat dengan Dusun/Desa Pundensari Kec. Rejotangan Tulungagung.

Dari aspek keselamatan, ketiga fasilitas penyeberangan sungai yang dikelola warga tersebut mengkhawatirkan. Sebab akses jalan transit menuju ke kapal hanya terbuat dari kayu atau bamboo. Padahal tidak hanya kendaraan roda dua yang menggunakan jasa penyeberanganini, namun penyeberangan sungai yang memanfaatkan tambang tersebut juga banyak digunakan kendaraan roda 4 seperti mobil bahkan truk bermuatan. Atas pertimbangan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana membangun dermaga permanen.

Kasi Angkutan Air Sungai dan Danau Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jatim, Luhur, dikonfirmasi usai meninjau 3 lokasi penyeberangan sungai pada Rabu, 26 Pebruari 2014 mengatakan, dengan pembangunan dermaga diharapkan faktor keselamatan para pengguna fasilitas penyeberangan sungai lebih terjamin. Apalagi setiap harinya tidak sedikit warga yang memanfaatkannya sebagai media transportasi. Tahap awal Pemprov baru akan membangun dermaga di tiga titik penyeberangan sungai yang menghubungkan antara Kab. Blitar dan Kab. Tulungangung.

Saat ini sudah dimulai dengan studi kelayakan yang menelan anggaran hingga Rp 400 juta. Pembangunan fisik rencananya akan dimulai tahun 2014 ini. Anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp 1 miliar. Dari ketiga titik tersebut,  satu titik anggaran diambilkan dari APBD Provinsi dan 2 titik dari APBN.

Secara terpisah Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Blitar, Suyanto mengatakan, rencana pembangunan dermaga berawal dari gagasan Pemkab. Blitar. Dengan mempertimbangkan faktor keselamatan pengguna penyeberangan sungai yang saat ini hanya dilengkapi fasilitas seadanya, Dishubkominfo mengajukan usulan ke Provinsi untuk dibuat dermaga permanen di sejumlah titik penyeberangan sungai antara Kab. Blitar dan Kab. Tulungagung. Ide tersebut kemudian mendapat respon positif dari Pemerintah Provinsi yang rencananya tahun ini akan memulai pembangunannya secara fisik. Jika selesai tahun ini juga, maka pada 2015 mendatang dermaga permanen tersebut sudah dapat difungsikan. Suyanto berharap, dengan dibangunnya dermaga ini, warga yang tiap hari memanfaatkan fasilitas penyeberangan sungai dapat lebih aman.

Secara teknis, dermaga penyeberangan ini rencananya akan dibuat dari rangka baja yang dilengkapi alat khusus yang secara otomatis akan menaikkan posisi dermaga jika debit air Sungai Brantas tinggi. Hingga kini banyak warga yang memanfaatkan fasilitas penyeberangan sungai itu, karena dapat menghemat waktu dan memperpendek jarak antara Kab. Blitar-Kab. Tulunggangung hingga 25 km. (IM-Dishubkominfo)