Blitar – Melalui rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Menpan pada 27 Pebruari 2014 lalu, Pemkab. Blitar telah mengusulkan untuk menuntaskan Tenaga Honorer K-2 yang tidak lulus seleksi CPNS. Dalam rapat yang juga dihadiri Gubernur serta Bupati/Walikota se-Indonesia tersebut, semua Kepala Daerah baik tingkat I maupun II mengusulkan kepada Menpan agar Tenaga Honorer Kategori 2 yang pada seleksi CPNS lalu dinyatakan tidak lulus untuk secepatnya dituntaskan.

Diungkapkan Sekretaris Daerah Kab. Blitar, Palal Ali Santoso, seluruh kepala daerah juga menyampaikan agar penuntasan Tenaga Honorer K-2 tersebut dilakukan sebelum pelaksanaan formasi pegawai yang baru. Usulan tersebut sekaligus untuk menjawab tuntutan ribuan tenaga honorer beberapa waktu lalu yang mendesak pemerintah agar mereka juga diangkat sebagai PNS dengan pertimbangan lamanya masa pengabdian. Beruntung usulan tersebut diterima oleh Menpan.

Namun hal ini belum dapat dipastikan apakah penuntasan Tenaga Honorer K-2 yang gagal seleksi kemarin sama seperti seleksi Tenaga Honorer K-2 sebelumnya dengan melalui tes terlebih dahulu, ataukah mereka direkrut sebagai P3K (Pejabat Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak). P3K memiliki jejang karir seperti PNS, namun tidak menerima dana pensiun ketika purna masa kerja.

Sekda menambahkan, Pemkab. Blitar akan terus berupaya agar tuntutan 1.000 lebih tenaga honorer tersebut dapat terealisasi. Setidaknya sebagai langkah awal, Menpan sudah memberikan lampu hijau dengan menerima usulan penuntasan Tenaga Honorer K-2 yang tidak lolos seleksi CPNS. (IM-Dishubkominfo)