Blitar – Era globalisasi  yang sarat dengan kecanggihan informasi dan teknologi, perempuan bukan lagi kanca wingking bagi kaum laki-laki. Perempuan sekarang lebih  menonjolkan kualitas, berkiprah diberbagai bidang. Perempuan telah mampu menjadi inisiator, stalibisator baik bagi keluarga maupun bangsa dan negara. Untuk itu, penting rasanya jika kesehatan perempuan harus benar-benar terjaga. Demikian sambutan Plt. Kepala Bapemas, Joni Setiawan, S.Sos, M.Si saat memberikan sambutan pada Seminar Kesehatan yang diadakan oleh PNPM Mandiri Integrasi, Ruang Belajar Masyarakat (RBM) Pokja Pemberdayaan Perempuan di Hotel Puri Perdana, Jumat (14/3).

Melalui Tema, “Perempuan Sehat Generasi Hebat,” ini diharapkan peserta seminar mampu menstransfer ilmu yang didapat. Melalui kecerdasan emosionalnya, kedepan perempuan benar-benar bisa mewujudkan  generasi yang berkualitas. Selain itu, perempuan tetap proaktif memelihara kesehatan, mencegah penyakit, meningkatkan pengetahuan kesehatan  dan meminimalisir kematian.

Seminar sehari dengan nara sumber, Dr. dr. Pritra Muliarini, S.p.OG (K) dari Kota Malang ini dihadiri sekitar 250 perempuan dari berbagai unsur di Kabupaten Blitar. Ditegaskan oleh Prita,  kesehatan reproduksi bagi wanita sangat penting. Wanita yang sehat akan mampu melahirkan generasi yang baik, berkualitas. Untuk itu, perlu dipahami masalah kesehatan pada perempuan, karena perempuan sangat rentan dengan tumor, kanker dan lain sebagainya.

Menurutnya, menjaga kesehatan reproduksi wanita diantaranya dengan pola hidup sehat. Diantaranya, memanfaatkan pekarangan rumah yang tentunya hijau dengan aneka buah dan sayur.  Selain olahraga yang rutin, buah dan sayur mampu meningkatkan imun dan mencegah terjadinya penyakit pada perempuan.  Untuk itu, kaum perempuan harus bisa memanfaatkan lahan pekarangan kendati sempit untuk buah dan sayur. Jika tidak memungkinkan untuk menanam, solusi terbaik menggunakan media polybag.

Ditambahkannya, jika pola hidup sehat termasuk konsumsi makanan  sehat juga harus diterapkan pula, positive thingking. Empat jurus untuk berpikir positif yakni; nafas teratur, otot rileks, fokus di hati dan berdzikir penuh kesabaran.

Sekedar mengingatkan, berdasarkan data dari Direktur Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, angka kematian ibu mencapai 359 per 100 ribu kelahiran hidup, sedangkan hasil survei tahun 2012 angka kematian ibu hanya 228 per 100 ribu kelahiran hidup. (Humas)