Blitar – Untuk ketiga, Kabupaten Blitar meraih penghargaan di bidang transportasi. Jika tahun lalu, Kabupaten dengan sebutan seribu candi ini mendapatkan penghargaan berupa Plakat dan Sertifikat Wahana Tata Nugraha (WTN), Tahun 2014 ini, mendapatkan Piala WTN kategori Kota kecil.  Wujud syukur mendapat penghargaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Blitar menggelar kirab Piala WTN  di RTHKecamatan Wlingi , Rabu (17/9).

Sebelum memberangkatkan peserta kirab Piala WTN, Bupati Blitar, H. Herry Noegroho yang didampingi Wakil Bupati Blitar, H. Rijanto dan sejumlah Kepala SKPD mengungkapkan, penghargaan WTN adalah penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada kota-kota yang mampu menata transportasi public dengan baik.  Diperolehnya plakat dan sertifikat tahun lalu memacu masyarakat Kabupaten Blitar untuk makin berbenah. Ini juga darui hasil evaluasi Tim Penilai tahun-tahun sebelumnya. Dengan semangat  dan kekompakan, tahun ini Kabupaten Blitar bisa meraih Piala WTN yang didserahkan langsung oleh Menteri Perhubungan RI, EE. Mangindaan  di Jakarta, awal bulan lalu.

Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini juga mengatakan, penghargaan Piala WTN bukanlah akhir dari usaha dalam menata system transportasi, namun menjadikan pendorong semangat untuk bersama-sama masyarakat mewujudkan terciptanya lalu lintas dan angkutan yang tertib, lancar, selamat,aman, efisien, berkelanjutan dan menjamin ekuitas hak pengguna jalan. Untuk itu, Bupati Blitar mengajak seluruh masyarakat Kabupaten BLitar untuk terus berupaya mewujudkan system transportasi dan pelayanan angkutan yang lebih baik,tidak hanya di Kota Wlingi namun kota-kota maupun kecamatan lainnya yanga da di Kabupaten Blitar.

Diakhir sambutannya, BUpati Blitar mengucapkan terim aksih kepada seluruh masyarakat Wlingi dan para stakeholder yang telah membantu terciptanya Kota Wlingi yang lebih tertib dalam berlalu lintas sehingga penghargaan berupa PIala Wahana tata Nugraha di tahun ini bisa didapatkan.

Dalam kesempatan tersebut, Buypati Blitar beserta jajarannya bersama masyarakat mengadakan tasyakuran dengan potong tumpeng. Kirab yang berlangsung sekitar 45 menit dengan rute start- finish Ruang Terbuka Hijau (RTH) Wlingi tersebut antara lai melewati Lingkungan Pandean, Beru. Kirab dimeriahkan oleh iring-iringan motor Pantom, juru parker, sepeda onthel dan mobil antik. (Humas)