Blitar – Berdasarkan hasil evaluasi penerimaan PBB-P2, menjelang jatuh tempo pelunasan pada 30 September 2014, tercatat baru 2 kecamatan yang sudah melunasi pajak tahunan tersebut, yakni Kecamatan Bakung dan Wonotirto. Selebihnya masih ada 20 kecamatan lain yang masih menyisakan baku pelunasanan PBB. Bahkan berdasarkan data Dinas Pendapatan Kab. Blitar, ┬átercatat 11 kecamatan yang prosentase penerimaan PBB-nya masih di bawah 50%, diantaranya Kec. Selopuro, Kec. Selorejo, ┬áKec. Udanawu, Kec. Wonodadi, dan Kec. Sanankulon.

Menurut Sekretaris Daerah Kab. Blitar, Palal Ali Santoso, dari hasil evaluasi pemerintah umumnya yang menjadi kendala lambannya pelunasan PBB-P2 di sejumlah kecamatan tersebut karena warga beralasan terbentur kebutuhan selama bulan puasa dan hari raya. Selain itu, dari sisi perangkat, kesibukan selama perayaan kemerdekaan RI pada bulan Agustus lalu membuat penagihan tertunda. Namun demikian, Sekda optimis meski melebihi masa jatuh tempo, tahun ini target PBB yang ditetapkan pemerintah dapat terpenuhi. Sekda juga mengingatkan, tahun ini pemerintah tidak lagi memberikan dispensasi penundaan pengenaan pajak bagi masyarakat yang terlambat membayar PBB. Untuk keterlambatan pembayaran PBB akan dikenakan denda sebesar 2% per-bulan.

Jika dibandingkan dengan tahun 2013 lalu, sampai dengan tribulan ketiga atau awal September 2014 ini, penerimaan PBB-P2 dari 22 kecamatan meningkat. Pada bulan yang sama tahun 2013 lalu, realisasi PBB hanya mencapai 39,33%, sedangkan tahun ini sudah mencapai 44,85% atau sebesar Rp 9,6 miliar. Sehingga dari target baku sebesar Rp 21,4 miliar, nilai pelunasan PBB tinggal menyisakan Rp 11,8 miliar. (IM-Dishubkominfo)