Penataan transportasi dan lalu lintas yang baik oleh Pemerintah Kabupaten Blitar mendapat apresiasi dari Kementrian Perhubungan Republik Indonesia. Setelah dua tahun berturut-turut menerima plakat dan piagam Wahana Tata Nugraha (WTN), Kabupaten Blitar tahun ini mendapatkan Piala WTN Bidang Lalu Lintas untuk kota kecil. Bupati Blitar Herry Noegroho menerima langsung Piala WTN dari Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan,  (10/9) di Gedung Smesco Jalan Gatot Subroto Jakarta. Penghargaan yang sama juga diberikan kepada 55 kota/kabupaten seluruh Indonesia. Piala WTN tahun 2014 juga diberikan kepada kota metropolitan, kota besar dan kota sedang.

Bupati Herry Noegroho mengungkapkan, prestasi ini tidak lepas dari peran serta seluruh masyarakat Kabupaten Blitar, utamanya masyarakat Kota Wlingi. Bersaing dengan kota kecil se-Indonesia, Kota Wlingi yang mewakili Kabupaten Blitar dalam penilaian Wahana Tata Nugraha, memang memiliki keistimewaan. Selain menonjol dibidang ketertiban dan penataan lalu lintas, kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas juga tinggi. Didukung dengan keberadaan satuan tugas (satgas) Wahana Tata Nugraha, maka kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Blitar bisa terlaksana dengan baik.

“Terima kasih kepada masyarakat kabupaten Blitar dan kota Wlingi khususnya yang telah mendukung, dan taat berlalu lintas. Piala WTN merupakan bonus dari kesadaran masyarakat dalam mentaati aturan yang ada,” kata Herry.

Ke depan, lanjut Herry, diharapkan kesadaran tertib berlalu lintas Kota Wlingi menjadi teladan bagi wilayah lain di Kabupaten Blitar. Dengan begitu, kabupaten Blitar akan dikenal sebagai kawasan tertib dan ramah berlalu lintas. “Ini menjadi motivasi bagi semuanya. Untuk lebih sadar dan taat berlalu lintas,” lanjutnya.

WTN 2014 untuk Kabupaten Blitar diberikan dengan dasar Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : KP 747 Tahun 2014 tentang Penetapan Kota/Kabupaten dan Provinsi sebagai Penerima Penghargaan Wahana Tata Nugraha

Sekedar diketahui, Wahana Tata Nugraha merupakan penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada kota-kota yang mampu menata transportasi publik dengan baik. Penghargaan ini diberikan setiap tahun. Penilaian dilakukan atas kategori kota metropolitan, kota besar, kota sedang dan kota kecil. Aspek penataan transportasi yang berkelanjutan, dan berbasis kepentingan publik, dan ramah lingkungan mendapat pertimbangan terbesar dalam penilaian WTN. Pemberian penghargaan Wahana Tata Nugraha dimaksudkan untuk membangun dan mewujudkan budaya keamanan dan keselamatan serta meningkatkan kinerja penyelenggaraan dan kinerja operasional sistem transportasi perkotaan. Adapun tujuan pemberian penghargaan adalah untuk meningkatkan penyelenggaraan transportasi di kawasan perkotaan yang handal, berkelanjutan dan menjamin kesamaan hak pengguna jalan serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam disiplin berlalu lintas sehingga dapat menurunkan kecelakaan lalu lintas.