Program penanaman 1 miliar pohon, yang berlangsung hingga kini, sudah dilaksanakan Pemkab. Blitar sejak Tahun 2008 lalu. Dimana berdasarkan data Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Blitar, pada Tahun 2008 tercatat luas lahan kritis mencapai 10 ribu hektar. Namun sepanjang 5 tahun terakhir sejak 2008-2013, terhitung baru sekitar 2000 ha lahan kritis yang sudah tertangani melalui program penanaman 1 miliar pohon tsb. Diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Blitar Supandi, sampai dengan tahun 2014 luas lahan kritis di Kabupaten Blitar kurang lebih sekitar 8000 hektar. Mengapa sepanjang 5 tahun program penanaman 1 miliar pohon berjalan, pengurangan lahan kritis tidak signifikan, menurutnya karena pasca tanam memang tidak serta merta bisa mengurangi jumlah lahan kritis yang ada, selain soal waktu berkembangnya pohon yang mencapai 5-6 tahun, lahan kritis yang dicover dalam program penanaman 1 miliar pohon merupakan hutan rakyat sekaligus hutan produksi, yang setiap kali juga ditebang oleh warga. Lahan hutan yang ditebang itu kemudian kembali menjadi lahan kritis. Sehingga selain berkurang maka jumlahnya akan bertambah. Namun sepanjang pengelolaan hutan dilakukan dengan baik, dimana warga langsung melakukan penghijauan pasca penebangan, pihaknya yakin perlahan namun pasti luasan lahan kritis pun akan terus berkurang. Sementara tahun ini jumlah bibit yang disediakan pemerintah untuk mendukung Program Penanaman 1 miliar pohon mencapai 666 ribu 465 batang. Bibit pohon tersebut antara lain diperoleh dari bantuan Pemerintah Pusat, Propinsi dan anggaran APBD Kabupaten Blitar. Jenis pohon yang ditanam yakni sengon karena lebih sesuai dengan kondisi lahan di Kabupaten Blitar dan cenderung menjadi pilihan petani. . ( Sumber Berita : IRMA )