Program penanaman 1 miliar pohon yang dilaksanakan Pemkab. Blitar sejak tahun 2008 lalu, selain berimplikasi pada menyusutnya luas lahan kritis di Kabupaten Blitar, ternyata juga berdampak pada semakin berkurangnya kasus pembalakan kayu oleh oknum warga. Diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Blitar Supandi, jika dibandingkan tahun 2013 lalu angka kasus pembalakan kayu atau ilegal logging pada 2014 ini mengalami penurunan. Berdasarkan data Dinas Kehutanan pada 2013 jumlah kasus pencurian kayu mencapai 10 kasus, sedangkan sampai dengan akhir tahun ini tercatat baru 3 kasus saja yang ditangani. Pihaknya meyakini berkurangnya angka kasus pembalakan kayu liar tersebut, karena dampak dari pelaksanaan Program Penanaman 1 miliar Pohon.  Mengingat penanaman pohon dilakukan di hutan-hutan rakyat yang dikelola masyarakat, kini untuk mendapatkan kayu mereka cukup menebang dari pohon yang tumbuh di hutan kawasan mereka. Kondisi ini berbeda dengan beberapa tahun lalu, dimana untuk mendapatkan kayu warga harus kucing-

kucingan menebang pohon di lahan perhutani. Meski demikian menurut Supandi, Dinas Kehutanan dan Perkebunan secara intensif terus mensosialisasikan pada masyarakat agar tidak melakukan penebangan pohon secara liar di kawasan hutan Perhutani. Terlebih ancaman hukuman yang dijatuhkan cukup berat selain denda juga kurungan penjara, ini sesuai UU No. 41 Tahun 2009 tentang Hutan. ( Sumber Berita : IRM )