Blitar – Pada tanggal 31 Desember 2014, Pemerintah Kabupaten Blitar genap berusia 184 tahun. Diusianya ini, Pemerintah Kabupaten Blitar  telah banyak meraih prestasi dan penghargaan, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Prestasi tersebut antara lain: penganugerahan tanda kehormatan Samkarya Nugraha Parasamya Purnakarya Nugraha, Anugerah Parahita Ekapraya, Wahana Tata Nugraha dan sejumlah prestasi lain yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Blitar. Peringatan hari besar tersebut, juga sebagai momentum untuk intropeksi tentang apa dan yang belum disumbangkan bagi kemajuan  Kabupaten Blitar. Demikian ungkapan Bupati Blitar, H. Herry Noegroho dalam sambutannya saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT Pemerintah Kabupaten Blitar ke-184 di Lapangan Brubuh Kecamatan Sutojayan, Rabu (31/12).

Menurut Bupati Blitar yang hadir didampingi Wakil Bupati Blitar, H. Rijanto dan sejumlah unsur Forpimda seperti Ketua DPRD, Dandim 0808, perwakilan dari Kejaksaan Negeri dan Polres Blitar mengungkapkan, seluruh komponen masyarakat harus terus mencari terobosan baru untuk menghadapi persaingan di era global, termasuk mempersiapkan kesiapan  dalam menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN di Tahun 2015 yang dilandasi perilaku, budi pekerti yang luhur. Juga diingatkan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan dan pembangunan yang baik melalui pembenahan kualitas apatur pemerintahan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar sebagai upaya untuk mencapai kemakmuran masyarakat.

Melalui tema, ”Sesanti Hurub Hambangun Praja Landasan Terkokoh dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Publik Menuju Masyarakat Yang Sejahtera, Religius dan Berkeadilan”,  orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini menegaskan, dengan tema tersebut bisa memacu semangat untuk  mewujudkan cita-cita bersama, mengingat dari sisi perkembangan ekonomi mengalami perlambatan (96,18%) terdampak oleh kenaikan inflasi secara signifikan (6,14%) akibat kenaikan harga BBM dan perlambatan ekonomi global. Angka kemiskinan makro Kabupaten Blitar sekitar 118.040 jiwa (10,41%) atau mengalami penurunan 1,9% dari tahun sebelumnya yakni 10,68%. Untuk itu, tepat kiranya slogan yang digaungkan oleh Presiden RI, Joko Widodo, ”Kerja..Kerja dan Kerja“ yang notabene sejalan dengan Sesanti Hurub Hambangun Praja yang bermakna semangat menyala-nyala, diaplikasikan  dengan dibarengi  kreatifitas dan inovasi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Blitar memberikan penghargaan kepada pemenang lomba percepatan pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan sektor perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tingkat kecamatan dan penetapan jumlah hadiah Tahun Anggaran 2014 untuk klasifikasi A dan B. Melalui Keputusan Bupati Blitar Nomor: 188/412/409.012/KPTS/2014 tanggal 12 Desember 2014, daerah yang berhak menerima penghargaan yakni Kecamatan  Sutojayan Juara I dan II (Klasifikasi A) memperoleh hadiah sebesar 11,5 juta. Sedangkan klasifikasi B untuk Juara I Kecamatan Udanawu memperoleh hadiah 10,5 juta dan Juara II Kecamatan Kesamben memperoleh hadiah 9,5 Juta. Selain itu Bupati Blitar juga menyerahkan piagam penghargaan kepada masyarakat berprestasi: Mukarom Salasa Juara 1 Tingkat Nasional Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan, Bima Brahmantya dari Dewan Kesenian Kabupaten Blitar bidang budaya anugerah wisata Jawa Timur kategori juara favorit, dan Moh. Burhanudin Juara I Tingkat Propinsi Pemuda pelopor Bidang pengelolaan SDA.

Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso, dihadapan peserta upacara yang meliputi karyawan-karyawati seluruh Pemerintah Kabupaten Blitar, guru dan pelajar membacakan sejarah singkat lahirnya Pemerintah Kabupaten Blitar. Dijelaskan, Pemerintah Kabupaten Blitar dimulai pada tahun 1825-1830 saat terjadi Perang Diponegoro antara Pangeran Ontowiryo atau Pangeran Diponegoro dengan VOC. Pangeran Diponegoro. Pangeran Diponegoro kalah dalam perang tersebut. Kekalahan tersebut dimanfaatkan Belanda untuk menguasai Pulau Jawa sebagai Bagian dari Pemerintahannya, termasuk penataan Bumi Manca Negara Wetan diantaranya Blitar. Dalam melaksanakan pengaturan Bumi Mancanegara Wetan, pada tanggal 13 – 14 Juli 1830 Belanda mengadakan pertemuan di Pendopo Sepreh Berbek – Nganjuk. Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa hal penting, satu diantaranya terbentuknya Pemerintah Kabupaten Blitar yang tertuang dalam dokumen tertulis yakni resolusi tanggal 31 Desember 1830 No. 10. Seperti diketahui, untuk pertama kalinya Hari Ulang Tahun Pemerintah Kab. Blitar diperingati pada 31 Desember 2013. Saat itu, HUT Pemerintah Kabupaten Blitar ditandai dengan upacara di Lapangan Kenongo Kec. Wlingi dan selamatan sederhana oleh seluruh karyawan-karyawati Pemerintah Kabupaten Blitar. (Humas)