Blitar – Pasca penutupan 3 lokalisasi masing-masing Pasirharjo Talun, Ngreco Selorejo, dan Poluan Srengat pada tahun 2011 lalu, sejumlah lokasi di Kabupaten Blitar kini justru banyak dimanfaatkan sebagai tempat praktik prostitusi. Seperti data yang dikantongi Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Kabupaten Blitar, yang mencatat sedikitnya 24 titik prostitusi liar yang beroperasi secara sembunyi-sembunyi.

Diungkapkan Assiten Koordinator KPAD Kabupaten Blitar, Adi Purwadi, 24 lokasi tersebut umumnya merupakan cafe atau warung remang-remang yang beralih fungsi menjadi tempat prostitusi bagi masyarakat pengguna jasa Wanita Pekerja Seks (WPS).  Agar tidak terjaring razia petugas, mereka beroperasi secara diam.  Meski enggan merinci dimana tepatnya puluhan tempat protitisi liar tersebut, menurut Adi, 24 titik lokasi tersebut tersebar hampir di semua kecamatan di Kabupaten Blitar. Bahkan tidak menutup kemungkinan jumlahnya lebih dari data yang dimiliki KPAD.

Untuk mengantisipasi penyebaran atau penularan HIV/AIDS, kini KPAD memfokuskan distribusi kondom pada sejumlah lokasi tersebut, mengingat beberapa pekerja atau masyarakat yang kerap berkunjung, merupakan kelompok resiko tinggi tertular HIV/AIDS. Pembagian kondom dilakukan secara reguler dan bergantung pada permintaan warga setempat. Selain bagi-bagi kondom KPAD juga memberikan edukasi mengenai bahaya penularan HIV/AIDS.

Tidak hanya di 24 lokasi prostitusi liar, KPAD juga membagikan kondom secara gratis di puskesmas. Namun berbeda dengan tahun 2013 lalu, kini distribusi kondom dilakukan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. Sampai dengan minggu kedua bulan Desember 2014, KPAD Kabupaten Blitar mengaku kehabisan stock kondom.  Tingginya permintaan masyarakat utamanya yang termasuk kategori resiko tinggi, jatah 10 box besar yang tersedia di tahun 2014 telah ludes dibagikan. (IM-Dishubkominfo)