Blitar – Dinas Pehubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Blitar akan melakukan operasi gabungan yang melibatkan Dishub Provinsi, Satpoll PP maupun kepolisian. Hal ini untuk menyikapi maraknya kendaraan bermuatan yang melebihi tonase melintas di jalan Kabupaten Blitar. Demikian diungkapkan Kepala Dishubkominfo Kabupaten Blitar, Budi Kusumarjoko.

Saat ini, jalan Kabupaten Blitar hanya bisa dilewati kendaraan bermuatan maksimal 8 ton, sementara selama ini yang melintas terutama di daerah penambangan melebihi tonase, sehingga menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan jalan. Operasi tidak bisa  dilakukan sendiri karena Dishubkominfo Kabupaten Blitar tidak memiliki timbangan portable untuk menentukan apakah truk tersebut melebihi tonase atau tidak, sehingga harus melibatkan Dishub Provinsi Jawa Timur. Untuk penindakan sopir yang melanggar tonase, perlu melibatkan aparat kepolisian untuk mengambil tindakan seperti tilang.

Pemerintah Kabupaten Blitar sebenarnya telah memasang rambu-rambu namun di lapangan masih banyak yang melanggar. Budi Kusumarjoko juga meminta kepada masyarakat untuk ikut mengamankan rmabu-rambu tersebut, karena banyak yang hilang setelah dipasang.

Sebenarnya pemerintah telah memasang portal-portal di wilayah Nglegok dan Pongok, mengingat 2 daerah tersebut merupakan daerah penambangan pasir dan batu. Namun saat ini kondiisnya banyak yang rusak. (IR-Dishubkominfo)