Blitar – Semakin maraknya kasus prostitusi online akhir-akhir ini, ditanggapi tegas Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Blitar. MUI telah berkoordinasi dengan Kepolisian dan Komisi Pelindungan Perempuan Dan Anak untuk meminimalisir sekecil apapun konten tentang penyebaran Prostitusi online tersebut di Kabupaten Blitar. Demikian diungkapkan Humas MUI Kabupaten Blitar, Jamil Mashadi.

Sementara itu, guna mendukung gerakan meminimalkan penyakit masyarakat ini, MUI juga akan mendorong sejumlah organisasi masyarakat untuk proaktif melakukan pengawasan dan pencegahan terhadap penyakit masyarakat.

Sebelumnya Kasus Prostitusi online kembali terkuak ketika Deudeuh Alfi Sahrin (27) atau @tataa_chubby yang ditemukan meninggal di kamar kosnya, pada Sabtu 11 April 2015 kemarin. Diketahui dari twitter korban, ia memang melakukan bisnis prostitusi ini ke ruang publik dengan menggunakan media sosial. (Dishubkominfo)