Blitar – Indonesia merupakan daerah agraris yang sempat menjadi satu diantara negara yang mampu berswasembada pangan. Pada era kepemimpinan Presiden Jokowi-JK kali ini,  mengambil kebijakan strategis dibidang pertanian. Satu diantaranya dengan proses tender berbagai bantuan kepada petani dengan cara penunjukkan langsung. Tujuannya agar bantuan cepat bisa dimanfaatkan oleh petani. Melalui Kementerian Pertanian, Pemerintah Pusat  akan selalu memikirkan anggaran untuk bantuan pertanian tetap bertambah, bahkan naik 100 persen. Selain itu target 1 juta hektare sawah baru, juga akan ditambah 2,6 hektare. Demikian ungkapan Menteri Pertanian (Mentan) DR. IR. H. Andi Amran Sulaiman, MP usai melakukan panen raya pada lahan persawahan seluas 220 hektare  serta tanam padi di Desa Siraman Kecamatan Kesamben, Selasa (29/9). Kegiatan tersebut dihadiri antara lain, Dirjen Pertanian, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, seluruh anggota Forpimda, Petani, Kelompok Tani dan Gapoktan.

            Menteri Pertanian yang notabene mantan CEO PT Tiran Group ini juga mengungkapkan,  baru sempat berkunjung ke Kabupaten Blitar karena sebelumnya berkeliling di sejumlah daerah di Indonesia yakni sekitar 300 kabupaten/kota. Hasilnya, masih ada sekitar 100 daerah yang belum dikunjungi.  Peraih Cumlaude pada Program Doktor Ilmu Pertanian Unhas (Tahun 2008-2012) ini memaparkan bahwa, informasi yang diperoleh dari Dirjen  Pertanian, masih ada sekitar 26 daerah di negeri ini yang tingkat produksinya menurun. Kondisi itu membuatnya mengirim surat peringatan secara langsung. Dampaknya, saat ini masih ada sekitar 10 daerah yang tingkat produksinya masih menunjukkan angka penurunan. Menurutnya, dengan berkeliling ke berbagai daerah, sebagai bukti bahwa Pemerintah Pusat menaruh perhatian besar di bidang pertanian,  termasuk di Kabupaten Blitar Jawa Timur yang merupakan salah satu daerah yang ditunjuk sebagai penyangga pangan nasional. Tahun lalu, anggaran untuk Jatim mencapai Rp.1,4 triliun, Tahun 2015 sekitar Rp.2,4 triliun atau naik Rp.1 triliun. Sedangkan untuk Kabupaten Blitar bantuan Tahun 2014 sekitar Rp 6 miliar naik 500% hingga mencapai Rp 25 miliar. Ini artinya, produksi padi di Kabupaten Blitar harus terus naik sebanyak 5 kali. Tapi saat ini baru naik 5 persen. Menurutnya, kondisi ini tidak menjadikan masalah mengingat daerah lain masih ada yang kenaikannya nol. Sehingga tahun depan, bisa jadi anggarannya juga ditiadakan.

            Sementara itu, Bupati Blitar, H.Herry Noegroho saat mendampingi Mentan menjelaskan, dalam empat tahun terakhir produksi pertanian di kabupaten ini terus mengalami kenaikan. Jika Pemerintah Pusat hanya menargetkan kenaikan 5%, justru kenaikan produksi panen Kabupaten Blitar lebih dari 5%. Bahkan Tahun 2015, kenaikan mencapai 25% untuk produktifitas padi.

            Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Blitar Ir. Eko Priyo Utomo mengungkapkan, panen raya dilaksanakan di Desa Siraman karena potensi padi sangat besar di wilayah tersebut. Selain itu, secara umum, potensi pertanian di Kabupaten Blitar sangat produktif sehingga akan terus mendapatkan bantuan yang berlimpah, namun lahan juga harus ditambah. Menurutnya, selama ini luas sawah Kabupaten Blitar mencapai 31,693 hektare dengan target tanaman padi sekitar 55.849 hektare. Kenaikan realisasi tanam padi mencapai 3.194 hektare atau naik sekitar 5,7% dari target yang telah ditetapkan. Pada tanam padi bersama Mentan di lahan 220 hektare tersebut jenis padi yang ditanam yakni padi ciherang, wayapo, buru, dan inpari 4.

            Dalam kesempatan tersebut, Mentan juga makan tumpeng bersama dengan undangan yang hadir di acara tersebut. Bahkan juga melakukan dialog dengan petani, kelompok petani dan Gapoktan. Berbagai persoalan yang dihadapi mereka disampaikan langsung kepada pria kelahiran Bone, 27 April 1968 tersebut. Para petani di Kabupaten Blitar mengeluhkan salah satunya, lahan yang kering dimusim kemarau. Untuk itu, mereka meminta bantuan dari Mentan agar menyediakan tambahan pompa air sehingga ketika musim kemarau tidak terlalu berdampak. Selama ini sudah ada sekitar 10 mesin pompa yang diperbantukan untuk petani di Kabupaten Blitar. Dan Mentan menegaskan, dalam minggu ini mesin tersebut harus sudah datang di kabupaten ini. Mentan juga menyerahkan bantuan secara simbolis antara lain mesin tanam padi (transplanter), alat pemipil jagung kepada petani.  Bahkan juga akan mengirimkan bantuan mesin perontok padi kepada seorang petani yang rencananya akan direalisasikan  pada Tahun 2016. (Humas)