Blitar – Potensi ternak di Kabupaten Blitar memang  patut menjadi barometer wilayah lain di negeri ini. Kabupaten yang memiliki 22 Kecamatan ini, bukan saja sebagai daerah penyuplai hasil ternak namun juga kaya akan prestasi. Satu diantaranya, mendapat penghargaan di bidang Manajemen Usaha Kelompok oleh Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Penghargaan tingkat Nasional dengan Juara I oleh Kelompok Sinar Harapan asal Desa Kedawung Kecamatan Nglegok tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Blitar, H.Herry Noegroho. Menurut orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini, Kelompok Sinar Harapan yang sebenarnya skala produksinya tidak terlalu besar justru menyabet Juara I jika dibandingkan dengan puluhan kelompok peternak dari seluruh Indonesia yang notabene adalah peternak besar dan sudah kaya akan pengalaman. Namun, Karena manajemen usaha kelompok yang baik, Kelompok Sinar Harapan dibawah kepimpinan Ashadi ini bisa meraih juara I.

Bupati Blitar saat diwawancarai di Pendopo Ronggo Hadinegoro beberapa waktu lalu juga  mengungkapkan, prestasi yang telah diraih oleh Kelompok Sinar Harapan telah membuktikan bahwa Kabupaten Blitar bukan saja terkenal dengan ternak dan telur ayam, serta peternakan sapi, namun juga potensi itik yang potensial untuk dikembangkan. Menurutnya, potensi itik yang ada saat ini jika dikelola dengan profesional akan lebih berkembang. Dan perlu juga adanya brand khusus untuk memperlihatkan bahwa itik di kabupaten ini memang cukup potensial. Terkait hal itu, Bupati Blitar berharap, kedepan Dinas Peternakan bisa melakukan pembinaan secara berkesinambungan, sehingga Kabupaten Blitar juga bisa terkenal dengan ternak itiknya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Blitar, Ir.Mashudi menjelaskan, prestasi yang diraih oleh Sinar Harapan bukan didapat dengan cara yang instan namun juga melalui beberapa tahapan. Dari tingkat kabupaten, provinsi selanjutnya nasional. Sebelumnya, di Provinsi mendapat juara III. Kepala Dinas Peternakan ini juga menjelaskan, proses pembinaan dan manajemen kelompok yang diterapkan oleh Sinar Harapan memang patut dicontoh oleh kelompok  yang lain. Pasalnya, mulai proses pembibitan, pemeliharaan, pemberian pakan hingga pemasaran menggunakan manajemen yang rapi. Juga disisipkan inovasi-inovasi didalamnya. Mulai teknik pemeliharaan lewat baterai, sisitem pakan swadaya mandiri. Sehingga efisisien terhadap tenaga dalam proses beternak. Indikator tersebut yang membuat Kelompok Peternak Itik Sinar Harapan memjadi juara tingkat nasional.

Ditempat yang sama, Ashadi, Ketua Kelompok Peternak Itik Sinar Harapan menjelaskan, saat ini anggota Sinar Harapan berjumlah sekitar 35 orang, semula hanya beranggotakan 10 orang. Menurutnya, melalui pemberdayaan kelompok hingga sub kelompok mulai merambah pada produk usaha ternak seperti telur dan telur asin. Untuk pemasaran telur asin masih di wilayah Jawa Timur, karena sebatas uji coba. Sedangkan pesanan telur itik sudah mulai menyebar ke beberapa daerah di Jawa. Misalnya, Kabupaten Brebes yang terkenal dengan telur asinnya juga mulai memesan telur  dari Kabupaten Blitar. Karena kualitas telur dari Kabupaten Blitar lebih baik dari Daerah lain.(Humas)