Blitar – Kabupaten Blitar merupakan satu diantara wilayah di Jawa Timur yang ditunjuk sebagai daerah penyangga pangan nasional. Mengingat kabupaten yang memiliki 22 kecamatan ini dikenal sebagai daerah agraris yang subur dengan hasil panen yang memuaskan. Kendati kenaikan produktifitas padi di Kabupaten Blitar mencapai 25%, namun untuk menyukseskan swasembada pangan nasional, aplikasi Sapta Usaha Tani harus tetap dimaksimalkan. Hal ini mengemuka saat pembukaan acara Penyuluhan dan Pendampingan Petani dan Agribisnis di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sutojayan,Selasa (13/10).

Wakil Bupati Blitar, H.Rijanto yang didampingi sejumlah Kepala SKPD antara lain, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Kepala BP4K  memberikan apresiasi terhadap hasil pertanian di Kabupaten Blitar. Bukan saja, hasil padi yang cukup melimpah, namun hasil perkebunan seperti coklat patut mendapat acungan jempol. Pasalnya, coklat dari Kabupaten berjuluk Seribu Candi ini sudah mampu menembus pasar ekspor. Sehingga orang nomor dua di kabupaten ini optimis, hasil pertanian di Kabupaten Blitar mampu bersaing dengan produksi luar negeri. Tetapi, menumbuhkan semangat tetap berjuang di bidang pertanian harus terus ditingkatkan, termasuk memaksimalkan Sapta Usaha Tani. Karena dengan Sapta Usaha Tani yang meliputi; Pengolahan tanah yang baik,  pengairan yang teratur,  pemilihan bibit unggul,  pemupukan,  pemberantasan hama dan penyakit tanaman,  Pengolahan pasca panen dan pemasaran, secara maksimal hasil produksi pertanian tetap akan baik atau bahkan lebih baik.

Dihadapan sekitar 200 peserta yang hadir, Wabup juga mengingatkan kepada para petani, Kelompok petani maupun Gapoktan untuk memanfaatkan Resi Gudang yang berada di Kecamatan Talun. Panen mereka bisa disimpan dahulu dalam gudang tersebut sambil menunggu harga naik.  Wabup juga menyampaikan tantangan sulitnya saluran air di wilayah Blitar Selatan. Kedepan, akan dibangun saluran air untuk memaksimalkan produksi pertanian di wilayah tersebut. Terkait dengan penggunaan teknologi tepat guna, mantan Kepala Dinas Pendidikan ini juga menuturkan, sudah saatnya petani akrab dengan teknologi untuk mendorong produksi pertanian.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Blitar berkesempatan mengadakan dialog  terkait pertanian dengan petani, kelompok tani maupun  gapoktan. Sebelumnya, Ir. Indra Gunawan, MM, Kepala BP4K Kabupaten Blitar menyampaikan, bahwa kegiatan  tersebut bertujuan sebagai ajang sillaturahmi, juga sebagai sarana musyawarah meningkatkan hasil pertanian, agribisnis . Juga menjaring aspirasi dari petani agar selaras dengan kebijakan pemerintah.

Sementara itu, Tri Handayani, M.Agr dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan Malang ketika menjadi nara sumber diacara tersebut mengungkapkan, kegiatan yang merupakan agenda tahunan agar dimanfaatkan sebaik-baiknya. Karena akan menjadi ajang tukar pikiran, informasi  antara petani satu dengan yang lain. Harapannya, tentu perekonomian petani di Kabupaten Blitar turut meningkat. (Humas)