Blitar – Kabupaten Luwu yang mempunyai luas  area tanaman coklat sekitar 36 hektare berkunjung ke Kabupaten Blitar, Rabu 16 Maret 2016 untuk belajar mengelola coklat pada Kampung Coklat di Kecamatan Kademangan. Kunjungan Komisi 2 DPRD  dan beberapa Staf  Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan tersebut diterima langsung oleh Asisten Administrasi Umum, Drs. Miftachudin, MM di OP Room Kantor Bupati Blitar.

Ketua Rombongan, Andi Muharir menegaskan, Kabupaten Luwu merupakan penghasil coklat dan cengkeh terbesar di Sulawesi Selatan. Selama ini, pengelolaan coklat masih sebatas perorangan dan belum tertangani secara maksimal. Kampung Coklat yang gaungnya sampai ke luar negeri menjadi tempat untuk belajar bagi mereka dalam mengembangkan coklat. Bahkan, mereka siap bekerjasama dengan Kampung Coklat jika bahan baku dari Kampung Coklat ini kekurangan.

Menanggapi hal itu, Asisten Adminitasi Umum, Drs. Miftachudin, MM menyambut baik usulan tersebut.  Didampingi Agung Pujianto, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum juga menyampaikan, Kampung Coklat merupakan salah satu wisata edukasi berbasis ekonomi kreatif dari masyarakat. Kampung Coklat bukan berarti satu kampung di wilayah tersebut penuh dengan tanaman coklat, namun kegiatan coklat terintegrasi di lokasi itu mulai dari pembibitan sampai packing coklat yang siap distribusi.  Dipaparkan pula, biji coklat dari wilayah itu diekspor ke luar negeri sementara coklat diolah menjadi makanan olahan, minuman, serta permen. Beberapa minggu lalu Kampung Coklat juga sudah mengadakan MoU dengan pihak Australia dalam pengembangan bisnis coklat.

Seperti diketahui, Kampung Coklat terbentuk atas inisiatif Kholik satu diantara pengurus Gapoktan Guyub Rukun pada Tahun 2005. Harga coklat waktu itu merosot. Setiap hari Kholik  yang menampung coklat dari petani ini mengamati harga coklat secara online. Sehingga harga coklat dari petani tidak dibelinya secara murah, namun disesuaikan dengan  perkembangan naik turunnya harga dolar.  Kemudian berkembang angggotanya menjadi 48 petani kakau seluruh Jawa Timur. Pada Tahun 2012, diputuskan untuk membangun Kampung Coklat secara integrasi mulai dari pembibitan hingga coklat siap dikonsumsi dengan berbagai variasi.  Sebelum mengakhiri sambutannya, Asisten Administrasi Umum berpesan, kerjasama dengan Kabupaten Luwu bisa terjalin lebih erat lagi.

Usai  dialog, rombongan dari DPRD dan Pemerintah Kabupaten Luwu yang didampingi  jajaran Pemerintah Kabupaten Blitar yakni dari BP4K, Disporbudpar dan Bagian Pemerintahan mengunjungi Kampung Coklat.(Humas)