Blitar – RSUD. Ngudi Waluyo Wlingi berbenah dari berbagai sisi dalam hal pelayanan kesehatan. Fasilitas kesehatan dari tahun ketahun selalu mengalami peningkatan cukup signifikan. Seperti Tahun 2013, RSUD. Milik Pemerintah Kabupaten Blitar ini resmi memiliki Gedung Hemodialisa, Ponek, ICU, Poliklinik , Pelayanan Endoscopy dan CT Scan.  Dan Tahun ini, Bupati Blitar, H.Rijanto yang didampingi Ny.Hj.Ninik Rijanto, Wakil Bupati Blitar, Marhaenis dan Ny. Untari Marhaenis serta sejumlah Kepala SKPD meersmikan Gedung Instalasi Bedah Sentral serta Gedung Perawatan  Paru dan Jantung. Ini juga sebagai hadiah HUT RSUD. Ngudi Waluyo Wlingi yang ke-32. Peresmian ditandai dengan penombolan sirine dan pengguntingan pita oleh Bupati Blitar.

Direktur RSUD. Ngudi Waluyo Wlingi, dr. Ahas Loekqijana Agrawati, MARS dalam laporannya mengungkapkan, sesuai Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit diamanatkan pemerintah daerah untuk menyediakan layanan kesehatan termasuk sarana, prasarana yang dibutuhkan oleh masyarakat. Mengingat tuntutan masyarakat semakin tingggi , RSUD. Ngudi Waluyo mengembangkan pelayanan lebih produktif, inovatif yang satu diantaranya dengan membangun Gedung IBS serta Gedung Perawatan Jantung dan Paru. Sumber dana dari pembangunan dan pengadaan alat-alat baru tersebut murni dari pendapatan asli RSUD. Ngudi Waluyo Tahun 2014 dan Tahun 2015. Gedung IBS dibangun dengan biaya Rp.4.959.958.407 dari dana Tahun 2014 dan Tahun 2015 sebesar Rp.9.077.009.500. Sehingga total dana sebesar Rp.14.036.967.907. Sedangkan untuk Gedung Rawat Inap Penyakit Jantung dan Paru dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCHT) Tahun 2014 sebesar Rp.2.923.475.000.

dr. Ahas Loekqijana Agrawati, MARS juga menyampaikan, pada Tahun 2016 direncanakan membangun Instalasi laboratorium, CSSD, BDRS dan Indoskopi. Lokasi bangunan tersebut di bekas gedung opeerasi lama. Bulan Mei 2016 masih dalam proses lelang. Menurutnya, gedung-gedung tersebut juga berasal dari pendapatan RSUD. Ngudi Waluyo. Untuk Poliklinik lanjutan sumber dana dari alokasi khusus, sementara  pembangunan stroke centre  bersumber dari DBHCHT.

Dalam kesempatan tersebut dr. Ahas Loekqijana Agrawati, MARS menuturkan, gedung RSUD. Ngudi Waluyo Wlingi yang diresmikan 13 April 1982 oleh Menteri Kesehatan RI ,dr. Soewarjono Surjaningkrat, memang sudah waktunya untuk dilakukan revitalisasi sarana dan prasarana. Pihak RSUD. Ngudi Waluyo memohon dukungan dana terkait hal itu.  Selain itu, orang nomor satu di RSUD. Ngudi Waluyo ini mengatakan, RSUD. Ngudi Waluyo harus lulus akreditasi. Direktur dan seluruh Pokja akan diuji oleh Tim Akreditasi Pusat. Seperti diketahui SDM dari RSUD. Ngudi Waluyo Wlingi ini berjumlah 639 orang. Ini terdiri dari 399 PNS, Non PNS sejumlah 240 orang, dan tenaga spesialis 28 orang.

Sementara itu, Bupati Blitar, H.Rijanto dalam sambutannya mengungkapkan, momentum pada HUT RSUD. Ngudi Waluyo Wlingi yang ke-32 ini sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat. Ini juga dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kehadiran MEA mengharuskan bangsa ini termasuk masyarakat Kabupaten Blitar untuk meningkatkan sarana, prasarana dan SDM, tanpa terkeculai dibidang pelayanan kesehatan. Untuk itu, Bupati Blitar berpesan agar semua pihak untuk membangun dan meningkatkan  hubungan baik secara horizontal maupun vertikal. Juga mempertahankan hubungan baik  dengan masyarakat.

Usai memberikan sambutan, orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini meresmikan Gedung IBS. Kemudian meninjau lokasi tersebut diikuti tamu undangan. Dilanjutkan dengan meninjau Gedup Rawat Inap Jantung dan Paru. Sebelumnya, Bupati Blitar juga berkesempatan memberikan tali asih kepada pemenang lomba cuci tangan bersih dan sehat yang notabene merupakan rangkaian kegiatan HUT ke-32 RSUD. Ngudi Waluyo Wlingi. Sekedar catatan, pada HUT ke-32 RSUD. Ngudi Waluyo Wlingi menggelar beberapa kegiatan  antara lain, bakti sosial, tabur benih ikan di Perkebunan Ngusri, pengobatan gratis, sepada santai dan santunan kepada fakir miskin.

Sejarah RSUD. Ngudi Waluyo Wlingi

Pada awal kemerdekaan, gedung rumah sakit lama berada di jalan Urip Sumoharjo. Rumah sakit ini dibangun secara bertahap yakni dari Tahun 1981 sampai Tahun 1982. Kemudian pembangunan dilanjutkan dan berpindah ke Jl. Sucipto No.15 Wlingi. Diresmikan oleh Menteri  Kesehatan RI ,dr. Soewarjono Surjaningkrat pada 13 April 1984 dan diberi nama  RSUD. Ngudi Waluyo Wlingi. Ini kemudian diperingati sebagai HUT RSUD. Ngudi Waluyo Wlingi.

RSUD. Ngudi Waluyo Wlingi dibangun diatas tanah 14.488 meter persegi. Dengan 250 tempat tidur (kamar kedaruratan). Awalnya pada tanggal 9 Januari 1998, rumah sakit ini  sebagai rumah sakit kelas C. Kemudian menjadi Klas B non pendidik pada tanggal 18 Oktober 2004. Pada 14 Juli 2009 sebagai rumah sakit rujukan. Bahkan saat ini menjadi satu-satunya rumah sakit rujukan pasien pengidap HIV/AIDS di Blitar Raya. Beberapa prestasi juga diraih oleh RSUD. Ngudi Waluyo Wlingi antara lain, rumah sakit Klas C tingkat nasional, masuk ISO 2010 sebagai pusat pelayanan kesehatan publik dan juara nasional Hospital Family Planning Project.(Humas)