Blitar – Kirap pusaka dan pawai  budaya dalam rangka memperingati Hari Jadi Desa Sawentar Kecamatan Kanigoro yang ke- 756 tahun,  harus terus dilestarikan. Pada usianya yang lebih tua daripada usia Kabupaten Blitar, Desa Sawentar mempunyai modal untuk mengembangkan wilayahnya menjadi Desa Wisata. Ini didukung dengan keberadaan  Candi Sawentar yang tidak bisa dipisahkan oleh sejarah berdirinya Blitar. Hal ini mengemuka pada kegiatan kirap pusaka dan pawai budaya, Kamis,05 Mei 2016 di Desa Sawentar.

Bupati Blitar, H.Rijanto yang didampingi Wakil Bupati Blitar, Marhaenis, dalam sambutannya diacara tersebut menyampaikan, apresiasi masyarakat Desa Sawentar yang kompak melaksanakan kegiatan itu. Kirap pusaka dan pawai budaya di Area Candi Sawentar penting untuk dilestarikan karena sebagai salah satu destinasi wisata sejarah atau budaya untuk bersaing dengan bangsa lain. Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Ketua LPMD Desa Sawentar, Jaelani Nurhadi mengungkapkan, kegiatan kirap pusaka dan pawai budaya sebagai bentuk refleksi dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Menurutnya, kegiatan ini merupakan hak desa untuk melestarikan budaya lokal.  Dana kegiatan yang diikuti sekitar 5000 peserta ini swadaya masyarakat dan kerjasama dengan perangkat Desa Sawentar. Rencananya kegiatan serupa akan dilangsungkan setiap tahun. Mengingat, Desa Sawentar mempunyai nilai sejarah budaya Hindu yang luhur.

Ditempat yang sama, Prof. Dr. I Wayan Legawa , M.Si, Ketua Pengembangan Budaya Hindu Jawa Timur  dari Universitas  Negeri Malang memaparkan, Candi Sawentar terdapat tiga susunan. Menurut kepercayaan budaya Hindu diibaratkan gunung terdiri dari kaki gunung, lereng gunung, dan puncak gunung. Berkiblat pada gunung karena gunung tempat para dewa bersemayam.

Seperti diketahui, pawai budaya finish di Pelataran Candi Cungkup Desa Sawentar disambut oleh Bupati Blitar dan rombongan. Acara yang dihadiri oleh anggota legislatif, unsur Forpimda, beberapa Kepala SKPD, serta Muspika Kecamatan Kanigoro ini, selain penyerahan hadiah kepada peserta kirap, juga diacarakan  peresmian Candi Cungkup atau Sawentar sebagai lokasi wisata. Ini ditandai dengan pemukulan kentongan dan penanaman pohon kepel oleh Bupati Blitar. Selain itu, orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini juga menandatangani prasasti program peningkatan kualitas pemukiman, PLP-BK. Bupati Blitar juga menggunting pita sebagai tanda dibukanya pasar rakyat. Setelah itu, bersama tamu undangan, Bupati Blitar meninjau lokasi pasar rakyat.(Humas)