Blitar – Warga Kecamatan Ponggok untuk kesekian kalinya terkena dampak puting beliung. Akibatnya 29 rumah di Desa Ponggok, Pojok, Kawedusan, dan Kebonduren rusak. Bahkan Dua rumah yakni milik Bibit warga Desa Pojok dan rumah Suparno dari Desa Ponggok rusak parah, rata dengan tanah. Bupati Blitar, H.Rijanto mengungkapkan, agar warga yang terkena puting beliung tetap sabar. Musibah mereka adalah musibah bersama yaitu seluruh masyarakat Kabupaten Blitar. Harapannya, kedepan musibah tidak lagi terjadi. Hal ini disampikan oleh Bupati Blitar di Balai Desa Pojok Kecamatan Ponggok, Selasa 31 Mei 2016.

Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini juga menyampaikan terima kasih kepada TNI/POLRI, seluruh masyarakat, tim dari BPBD, serta Tagana yang sigap menghadapi bencana tersebut. Secara gotong royong mereka telah membersihkan pohon-pohon tumbang dijalan, membenahi beberapa rumah yang rusak.

Sebelumnya Ahmad Cholik, Camat Ponggok menjelaskan, puting beliung terjadi sekitar pukul 14.30 WIB-16.30 WIB disertai hujan.  Akibatnya beberapa mengalami kerusakan. Di desa Ponggok 19 rumah rusak, Desa Pojok sebanyak 7 rumah yang rusak, Desa Kawedusan 2 rumah dan Desa Kebonduren 1 rumah yang rusak. Ditegaskan pula, sesaat setelah kejadian, kondisi Desa Pojok seolah terisolir dengan daerah lain, karena banyak pohon tumbang di wilayah tersebut. Sampai dengan 31 Mei 2016 pukul 14.00 WIB, aliran listrik belum menyala. Ini mengingat masih banyak warga yang membersihkan pohon-pohon tumbang yang menerpa kabel listrik. Terkait hal itu, Bupati Blitar meminta bantuan pihak Kodim 0808 untuk berkoordinasi dengan PT.PLN.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Blitar yang didampingi Asisten Administrasi Umum, Kepala BPBD, Kasdim dari Kodim 0808 dan Camat Ponggok memberikan bingkisan bantuan kepada para korban. Setelah itu, mengunjungi rumah warga korban puting beliung.

Seperti diketahui, Kabupaten Blitar tepatnya di Desa Sumberjo Kecamatan Sanankulon Rabu 30 Maret 2016 pukul 16.00 WIB juga pernah dilanda puting beliung.  Akibat  angin puting beliung atau yang juga dikenal dengan angin leysus ini mengakibatkan sekitar 40 rumah warga, toko , gedung serba guna dan lembaga pendidikan Madrasah Tsanawiyah rusak. Beberapa pohon di desa tersebut banyak yang tumbang. Pasca kejadian warga langsung membenahi bangunan rusak termasuk pohon tumbang supaya tidak mengganggu arus lalu lintas. Seperti melansir data dari Kecamatan Sanankulon, kerusakan diperkirakana mencapai jutaan rupiah. Misalnya Gedung Serbaguna mencapai kurang lebih Rp300 juta, rumah Mulyono Rp 20 juta dan rumah Nurjanah sebesar Rp 30 juta.(Humas)