Blitar – Penjualan berbasis online kini sudah menjadi kebutuhan primer dalam usaha perdagangan, namun hal ini sangat rawan dengan penipuan karena pembeli tidak bertemu langsung dengan penjual. Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar Molan mengaku, hingga kini pihaknya masih belum menerbitkan Perda ataupun Peraturan lain terkait pengawasan jual beli online. Menurut Molan, pembuatan Perda itu masih akan diwacanakan, namun tenggang waktunya masih belum jelas. Molan menambahkan, wacana pembuatan Perda itu juga akan melibatkan Instansi terkait seperti Dishubkominfo dan Kepolisian. (RIZ-Dishubkominfo)