Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar terus berbenah diberbagai bidang, diantaranya dengan pengembangan kawasan wisata yang disertai pembenahan infrastruktur. Ini demi mewujudkan agar masyarakat lebih sejahtera, maju dan berdaya saing, sesuai dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Blitar. Tekait hal itu Bupati Blitar, H.Rijanto meminta semua pihak untuk mendukung, membantu percepatan pengembangan wisata. Dan dengan adanya MoU, semua stakeholders terkait segera membuat terobosan untuk mambangun fasilitas-fasilitas  bagi pengunjung. Diharapkan, PT.Greenfiled dan PT.Perhutani membuat paket wisata edukasi . Hal ini mengemuka dalam peninjauan lapangan sekaligus rapat koordinasi rencana pengembangan kawasan Sirah Kencong dan Progres Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) Kabupaten Blitar di Lokasi Peternakan PT. Greenfield Indonesia, Desa Ngadirejo Kecamatan Wlingi, Rabu, 10 Agustus 2016.

Bupati Blitar, H.Rijanto dihadapan Wakil Bupati Blitar, Marhaenis, anggota Forpimda, Anggota legislative serta seluruh Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar juga  menyampaikan, agar kawasan Sirah Kencong bersih dari dari miras, narkoba maupun bentuk kejahatan lain. Kedepan pada Tahun 2017 diharapkan kawasan ini sudah ada pengaspalan secara maksimal dengan hotmix, terpasang saluran listrik, mengusulkan agar ada PJU, drainase jalan terbangun dengan baik. Sehingga mewujudkan kawasan wisata yang nyaman bagi pengunjung sehingga kesejahreraan masyarakat meningkat.  Untuk retribusi, orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini meminta, agar dibicarakan kembali secara terpadu oleh semua pemangku kepentingan dibawah koordinasi asisten. Bupati Blitar optimis, jika semua pihak kompak dalam pengembangan wisata Sirah Kencong ini, tingkat kesejahteraan masyarakat juga semakin cepat terwujud. Ini juga yang akan dialami oleh masyarakat di kawasan selatan Blitar. Menurutnya, jika JLS sudah terbangun, perekonomian masyarakat secara otomatis akan meningkat. Harapannya, pembangunan yang akan diteruskan pada 2017 benar-benar bisa selesai pada Tahun 2019.

Sebelumnya, Ir. Harviyanto Nugroho, MM, Kepala Dinas Pu, Binamarga dan Pengairan dalam paparannya menyebutkan, JLS yang sekarang ini berubah nama menjadi jalur PANSELA ( jalur atau jalan yang melintasi Pantai Selatan) ini digagas oleh Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri pada Tahun 2004.  Pansela ini direncanakan sebagai jalan arteri. Dari 8 Kbaupaten yang dilalui oleh Pansela ini hanya Kabupaten Blitar yang belum tergarap penuh. Untuk wilayah Kabupaten Blitar yang menghubungkan dengan beberapa wilayah lain baru sebagian kecil termasuk jembatan. Karena terkait dengan ganti lahan. Seperti diketahui, pansela melalui sekitar 1010015 ha lahan milik perhutani, lahan perkebunan 14,7 ha dan lahan penduduk 17,6405  ha (sudah dibebaskan). Saat ini Pemerintah Kabupaten Blitar sedang menunggu dan berjuang terus agar Pansela segera bisa dilanjutkan pembangunannnya, mengingat ganti lahan sekarang ini berdasarkan ketentuan dari Kemenhut bisa digantikan dengan reboisasi.  Dana yang diperlukan sekitar  Rp 2,2 trilyun dari Islamic Word Bank.  Harapannya, Pansela bisa segera terbangun  mengingat jalur ini merupakan jalur pengungkit kesejahteraan masyarakat. Sementara itu terkait kawasan Kota Kanigoro, Pemkab. Blitra terus akan melakukan pelebaran, dan penataan. Termasuk berharap ada perubahan mindset masyarakat Kanigoro untuk andil dalam pembangunan Kota Kanigoro yang notabene adalah Ibukota Kabupaten Blitar.

Ditempat yang sama, Heru perwakilan dari PT.Greenfield Indonesia juga memaparkan tentang proyek ekspansi di Kabupaten Blitar. Rencananya peternakan PT. Greenfield Indonesia, akan membangun kawasan ternak serta pengolahan susu di Pijiombo Greenfield.   Kedepan akan ada 4000 ekor sapi total populasi saat ini 900 ekor. Pemerahan 3 kali sehari dengan mengahsilkan 150 ton produksi perhari dan membutuhkan tenaga sekitar 180 orang. Untuk itu pihaknya memerlukan tebon jagung 150 ton perhari atau sekitr 4 ha lahan jagung dalam per hari. Juga memerlukan pasir 20 rit per hari untuk tempat tidur sapi.

Terkait hal itu, pihak Greenfield memerlukan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Blitar dengan perbaikan infrastruktur juga  jaringan listrik yang memadai.  Mengingat, rencana Greenfield  tentu akan menyerap tenaga kerja lokal,  potensi bisnis baru supplay pakan ternak dan potensi bisnis baru dengan kegiatan pendukung seperti pariwisata.

Wakil Ketua DPRD, Heri  Romadhon meminta, Pemerintah Kabupaten Blitar konsisten dan segera merealisasikan rencana pengembangan wisata dan JLS termasuk penataan Kota Kanigoro.

Seperti diketahui, Bupati Blitar dan rombongan sebelum menggelar rapat koordinasi sempat mengujungi peternakan Greenfield. Usai acara, orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini  ke pekebunan teh Sirah Kencong.(Humas)