Blitar – Program  TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD)  sejalan dengan cita-cita pemerintah, membangun desa dan menata kota. Utamanya pembangunan infrastruktur pedesaan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Tahun 2016,  Kodim 0808/Blitar siap melaksanakan TMMD ke-97 , pada 20 September sampai dengan 19 Oktober 2016, di Desa Sukoanyar Kecamatan Kesamben.  Demikian disampaikan Dandim 0808 Blitar Letkol Arh. Surya Dani saat paparan kesiapan Program TMMD ke-97  di Pendopo Agung Ronggo Hadinegoro, Rabu, 31 Agustus 2016.

Letkol Arh. Surya Dani menjelaskan, TMMD  ini bertujuan kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam rangka membantu pemerintah daerah menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan fisik maupun nonfisik. Sehingga akan tercipta suasana kondusif dan mewujudkan stabilitas keamanan dalam negeri. Kegiatan ini juga sebagai wujud nyata sikap dan perilaku antara TNI dan rakyat yang menyatu, memberdayakan wilayah pertahanan, sekaligus memperkokoh persatuan dan kesatuan. Untuk itu, agar kegiatan ini berlangusng lancar perlu persiapan matang, meminimalisir hambatan.

Lebih lanjut dijelaskannya, sasaran fisik TMMD ke-97 Tahun 2016 yakni peningkatan kualitas jalan Desa Sukoanyar sepanjang 2.032 M, lebar 3 M, rabat jalan Dsn.Sukoanyar sampai dengan Dsn.Sumbernongko dengan panjang 779 M dan lebar 2 meter (dua sisi masing-masing 1 meter), pembangunan jalan makadam Dsn. Sukoanyar sampai dengan Dsn.Sumbernongko panjang 648 M dan lebar 3 meter, pembangunan jalan beton Dsn.Sukoanyar sampai dengan Dsn.Sumbernongko panjang 305 M dan lebar 3 M, pelebaran jembatan panjang 3,6 M dan lebar 1,5 M (satu sisi), pembangunan plat deker 4 unit (1 unit panjang 5 M dan 3 unit panjang 7 M), pembangunan saluran air panjang 15 M, tinggi 0,05 M, lebar 0,05 M. Untuk sasaran tambahan pembangunan fisik yaitu renovasi mushola 1 unit, renovasi pura 1 unit, renovasi rumah 10 unit dan perbaikan Pos Kamling 3 unit. Selain kegiatan fisik, TMMD ke-97 ini juga dirangkai dengan kegiatan lain seperti, bakti sosial pengobatan massal yang diprakarsai oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, pelayanan KB oleh Badan PPKB Kabupaten Blitar. Juga berbagai penyuluhan diantaranya, wawasan kebangsaan, penyuluhan pertanian, penyuluhan hidup bersih, sehat linkungan dan keluarga, penyuluhan pelestarian hutan, administrasi kependudukan, kesehatan, administrasi pemerintahan, bahaya narkoba, Kamtibmas, kerukunan hidup beragama, sistem penyediaan air minum. Semua kegiatan penyuluhan berlokasi di Balai Desa Sukoanyar. Untuk pagelaran wayang kulit akan dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2016.

Dandim 0808 juga mengungkapkan, Satgas BKO TMMD sekitar 150 orang dengan satuan yang dilibatkan antara lain DANSATGAS serta staf Kodim 0808 15 orang, Tim Asistensi yang yang terdiri dari Pemerintah Kabupaten Blitar, Polres Blitar dan Ormas sebanyak 25 orang, SSK TMMD dari Yonif 511/DY, Tim Nis Yon Zipur V, Tim Kes Rem 081 dan Bintal Rem 081 sebnayak 110.  Selain itu, satuan pendukung sekitar 150 orang. Ini dari Persit dan Dharma Wanita, hansip atau linmas serta masyarakat. Anggaran dalam TMMD ke-97 Tahun 2016 di Desa Sukoanyar Kecamatan Kesamben sekitar Rp.2.114.375.000.

Menanggapi itu, Bupati Blitar, H.Rijanto menyampaikan apresiasi dengan program TMMD. Mengingat kegiatan TMMD sangat membantu pemerintah daerah. Untuk itu diharapkan seluruh SKPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar mendukung program tersebut. Dihadapan undangan yang hadir, orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini berharap, perusahaan swasta maupun BUMN membantu Pemerintah Kabupaten Blitar dengan program Corporate Social Responsibility (CSR), dengan program  jambanisasi dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Ini sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar tempat perusahaan tersebut berdiri.(Humas)