Blitar – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) lahir dari kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan para guru, dosen, tenaga pendidikan, para pensiunan guru, dan para pegawai Kementerian Pendidikan dan Pengajaran yang baru didirikan. Mereka bersatu padu bertekad mencerdaskan bangsa, berjuang melawan kebodohan. PGRI juga bertekad mengawal mutu pendidikan, memperjuangkan profesi guru dan tenaga pendidikan. Untuk itu, para guru diharapkan selalu meningkatkan profesionalisme, mendidik siswa dengan ikhlas dan rsa kecintaan yang tinggi. Demikian sambutan Bupati Blitar, H.Rijanto saat upacara Hari Guru Nasional Tahun 2016 dan HUT PGRI ke-71 di Halaman Kantor Bupati Blitar di Kanigoro, Jum’at, 25 November 2016.

Bupati Blitar juga menyampaikan, pendidikan mempunyai peranan penting dalam pembangunan bangsa.  Tantangan sekarang ini tidak mudah. Putra-putri bangsa ini harus bersaing dan berdiri terhormat diantara bangsa lain di dunia. Untuk itu, guru sebagai aktor utama harus bisa menjadikan anak-anak negeri ini memiliki karakter yang kuat, membangun persatuan dan kesatuan, cinta tanah air, saling menghargai dan mempunyai semangat rela berkorban demi NKRI.  Tentunya, bagi PGRI akan terus menerus melakukan transformasi agar berperan nyata mewujudkan tantangan tersebut. Bupati Blitar juga berpesan, agar para guru mendidik dengan kecintaan, welas asih, komitmen, tanggungjawab. Selain itu agar PGRI juga mengajak para guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran, menciptakan suasana belajar yang kreatif dan menyenangkan. Ini deklarasi yang harus terus disuarakan sebagai gerakan moral PGRI dalam memajukan pendidikan nasional.

Melalui tema, “Membangkitkan Kesadaran Kolektif Guru Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan,” orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini mengingatkan, pemerintah sudah memberikan Tunjangan Profesi Pendidikan (TPP), untuk itu harus disertai dengan peningkatan kinerja yang signifikan oleh para guru. Bagi guru yang mendapatkan tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah harus mengajar  di depan kelas sesuai dengan jumlah jam pelajaran. Dan sebagai Kepala Sekolah harus memberikan motivasi  bagi para guru untuk menerapkan beberapa pendekatan dan metode mengajar sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan kondisi siswa. Diakhir sambutannya, Bupati Blitar berpesan agar para guru mengamalkan jati diri PGRI, melaksanakan kode etik guru dan meningkatkan komitmen serta profesionalisme dengan memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik dan masyarakat.

Kegiatan yang dihadiri oleh Wakil Bupati Blitar, Marhaenis, Sekretaris Daerah, beberapa Kepala SKPD dan anggota Muspika Kecamatan Kanigoro ini diacarakan pula Ikrar Guru. Dalam Ikrar Guru diungkapkan antara lain Guru Indonesia merupakan pengembang dan pelaksana cita-cita Proklamasi Kemerdekaan RI, pembela dan pengamal UUD 1945. Selain itu juga diacarakan penyerahan secara simbolis bagi pemenang lomba pada kegiatan Hari Guru Nasional Tahun 2016 dan HUT PGRI ke-71 Tingkat  Kabupaten Blitar Tahun 2016, antara lain; lomba paduan suara juara 1 oleh PGRI Cabang Ponggok, lomba  dirigen terbaik juara 1 oleh PGRI Cabang Kanigoro, juga beberapa penghargaan untuk para guru yang berprestasi di bidang olahraga. Selain itu, Bupati Blitar juga menyerahkan penghargaan untuk GTT yang mengajar di daerah sulit yakni Sri Rahayu  dari TK Dharma Wanita Bululawang 02 Kec. Bakung,  Supriyanto dari MI Miftakhul Ulum Sweden Kaligrenjeng Wonotirto,  dan Yemima Caterin dari SDN Tulungrejo 02, Gandusari.

Usai upacara peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2016 dan HUT PGRI ke-71 Tingkat  Kabupaten Blitar Tahun 2016, Bupati Blitar dan rombongan mengadakan tasyakuran hari bersejarah tersebut di Lantai 3 Kantor Bupati Blitar di Kanigoro.

Sebelumnya, Bupati Blitar dan undangan yang hadir menyaksikan potong pita oleh Ketua TP PKK Kabupaten Blitar, Ny.Hj.Ninik Rijanto sebagai tanda dibukanya pameran lukisan di Pendopo Sasana Adhi Praja. Buapti Blitar ini yang didampingi Wakil Bupati Blitar dan beberapa pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar, sempat berkeliling Pendopo Sasana Adhi Praja untuk melihat hasil lukisan para guru  Kabupaten Blitar. (Humas)