Blitar – Eksistensi kawasan hutan sangat penting sebagai penyangga kehidupan untuk dilindungi, dikonservasi, direboisasi dan rehabilitasi agar bisa dimanfaatkan generasi yang akan datang. Ekosistem hutan yang baik dari hasil gerakan penanaman pohon akan berperan sebagai pengatur tata air yang menjamin kualitas, kuantitas dan kontinyuitas aliran sungai sebagai sumber air untuk lahan pertanian atau air minum bagi masyarakat. Terkait hal itu, Bupati Blitar, H.Rijanto saat kegiatan Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) Tingkat Kabupaten Blitar Tahun 2016 di Pantai Pangi, Kecamatan Bakung, Selasa (29/11) mengajak semua pihak, agar turut mewujudkan hutan lestari dan pengelolaan hutan untuk mewujudkan  masyarakat sejahtera dengan semangat gotong-royong.

Bupati Blitar, H.Rijanto juga menyampaikan, Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) Tingkat Kabupaten Blitar Tahun 2016 memilih lokasi Pantai Pangi  karena sebagai lokasi yang sangat strategis. Juga sebagai upaya mengingatkan kembali akan pentingnya rehabilitasi hutan dan lahan kritis, sekaligus mendukung destinasi dan promosi wisata yang sudah dirintis oleh POKDARWIS Pantai Pangi CEMORO SEWU yang ingin mewujudkan  Segitiga Wisata Desa yakni Pantai Pangi- Goa Embul Tuk dan Pantai Gayasan agar lebih berkembang lagi. Sekedar diketahui, POKDARWIS Pantai Pangi CEMORO SEWU merupakan Juara II lomba Perencana Wisata Desa. Melalui tema, “Pohon dan Hutan Rakyat Untuk Kehidupan, Kesejahteraan dan Sunber Devisa Negara, “ Pemerintah Kabupaten Blitar berkomitmen  mensukseskan hari menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam nasional sebagai bagian dari upaya rehabilitrasi hutan dan lahan.

Sebelumnya, Supandi Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Blitar dalam laporannya menyampaikan, tujuan diselenggarakan penanaman pohon ini antara lain, sebagai sarana edukasi, peningkatan kepedulian kemampuan dan kemandirian seluruh komponen bangsa dan pentingnya menanam serta memelihara pohon. Selain itu mengajak masyarakat memelihara pohon secara berkelanjutan untuk mitigasi perubahan iklim dan merehabilitasi hutan dan lahan. Total bibit yang ditanam 2.652.639 batang. Jumlah ini belum termasuk bibit yang berasal dari bantuan CSR BUMN/BUMD.  Rincian bibit tersebut antara lain; untuk kebun rakyat  390.000 batang tersebar di 13 desa di 10 kecamatan, Agroforesty APBN 10 ribu batang di desa Candirejo Kecamatan Ponggok dan Desa Rejosari Kecamatan Wonodadi, pemeliharaan agroforesty APBN 10 ribu batang di 5 desa di 3 kecamatan, Agroforesty DAK 8 ribu batang di Desa Mojorejo Kecamatan Wates, penanaman oleh Perhutani  445.639 batang di area 371 ha dan penanaman swadaya oleh masyarakta 1.789.000 batang di 22 kecamatan. Sementara itu usai penanaman secara simbolis oleh Bupati Blitar dan undangan yang hadir akan ditanam sekitar 5000 batang pohon dilahan kritis dalam dan luar kawasan hutan serta di sekitar pemukiman yang memerlukan penghijauan. Hadir dalam kegiatan tersebut anggota Forpimda, Seluruh Kepala SKPD, Ketua TP PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan, LSM, pelajar/mahasiswa serta masyarakat.(Humas)