Blitar-Pemerintah Kabupaten Blitar kembali menorehkan prestasi. Kali ini, kabupaten dengan julukan Seribu Candi ini sukses meraih lima penghargaan sekaligus dalam ajang PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) Award Tahun 2016 Provinsi Jawa Timur. Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi kepada para pejabat yang bertanggung jawab dibidang penyimpanan, pendokumentasian, penyediaan dan atau pelayanan informasi di Badan Publik Kabupaten dan Kota serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Jawa Timur. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Blitar, H.Rijanto Selasa (13/12) pada malam penganugerahan PPID Award Tahun 2016 di Hotel Santika Premiere, Jl. Raya Gubeng  No. 54 Surabaya yang disiarkan secara langsung oleh satu diantara stasiun TV nasional.

 PPID Kabupaten Blitar sukses meraih lima penghargaan sekaligus yaitu sebagai Badan Publik dengan Layanan Informasi Terbaik (A) Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, sebagai Badan Publik dengan Website Terinformatif, sebagai Inisiator Keterbukaan Informasi di Pemerintahan Desa, sebagai nominator Kepatuhan Melaporkan Layanan Informasi Publik dan sebagai nominator Meja Layanan Informasi Terbaik Badan Publik Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.

Usai menerima penghargaan tersebut, Bupati Blitar Drs. Rijanto, MM. mengungkapkan, rasa bangga dengan prestasi tersebut. Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini juga menyampaikan terima kasih kepada tim penilai yang memberikan penilaian baik kepada PPID Kabupaten Blitar. Menurutnya, penghargaan tersebut bukanlah yang utama bagi Pemerintah Kabupaten Blitar, namun pelayanan informasi secara terbuka, transparan kepada masyarakat adalah yang utama.

“Sekarang eranya serba sudah terbuka. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi badan publik untuk menutup-nutupi program atau hasil kebijakannya kepada masyarakat,” tegasnya.

Bupati Blitar juga menegaskan, keterbukaan informasi menjadi awal baru bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam memproses informasi. Pemerintah tidak hanya memberikan informasi secara transparan, namun juga harus bisa menerima kritikan dari masyarakat. Kritikan tersebut yang membuat Kabupaten Blitar terus berbenah untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, keterbukaan informasi ini wajib dilakukan oleh siapa saja.

“Penerapan keterbukaan informasi ini selalu saya katakan kepada seluruh SKPD agar SKPD tidak menutup informasi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Bupati Blitar juga menyampaikan terima kasih kepada semua SKPD, Kecamatan, Kelurahan dan Desa  serta masyarakat Kabupaten Blitar yang sudah mendukung keberhasilan prestasi ini.

Sementara itu, Ketua Komisi Informasi Jawa Timur, Ketty Tri Setyorini, dalam sambutannya menyampaikan, ajang PPID Award Tahun 2016 ini diselenggarakan dalam rangka untuk mengoptimalkan kinerja PPID di Jawa Timur.  Seperti diketahui, pelaksanaan PPID Award Tahun 2016 ini merupakan yang kelima kalinya. Provinsi Jawa Timur sebagai pelopor penilai, monitoring dan evaluasi PPID di seluruh Kabupaten/Kota dan SKPD di Provinsi Jawa Timur. Pasalnya, sejak dilaksanakannya Undang-Undang KIP yang tahun ini berusia enam tahun, Komisi Informasi Provinsi jawa Timur telah sukses melaksanakan PPID Award yang kelima.

Lebih lanjut dijelaskanya, penilaian dalam PPID Award ini dilakukan dengan menggunakan sistem visitasi dan melakukan pengecekan secara langsung melalui website. Penilaian diantaranya adalah informasi yang wajib dilakukan oleh PPID yang meliputi; informasi berkala, informasi setiap saat dan juga peraturan-peraturan yang diberlakukan dalam bentuk SOP. Dalam penilaian ini juga melibatkan juri independen sehingga semuanya bisa dipertanggungjawabkan.

“Tahun ini ada kriteria penilain bagi kabupaten/kota dan SKPD yang masuk kategori A dan B. Mengingat ada PPID SKPD atau Kabupaten/Kota yang memang kita anggap layak untuk menduduki kriteria A dan B. Harapannya, pelaksanaan PPID Award ini bisa merangsang, memicu dan mengevaluasi bagi PPID SKPD Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur untuk dapat lebih baik dikemudian hari,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur H. Syaifullah Yusuf yang membuka acara tersebut mengungkapkan,  PPID Award yang digagas oleh Komisi Informasi (KI) Provinsi Jawa Timur diagendakan secara rutin dan dilakukan setiap tahun. Harapannya, kegiatan ini dapat mendorong badan publik pemerintah dan non pemerintah untuk lebih transparan, akuntabel dalam melaksanakan program pembangunan dan pemerintahan khususnya di Jawa Timur. Ini  dalam rangka mewujudkan good governance dan open government.

          Mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal itu juga menegaskan,  keterbukaan informasi publik bukan lagi sebagai kewajiban semata, melainkan sudah menjadi tuntutan dan kebutuhan bagi semua kalangan. Sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dan memberikan masukan atau input bagi badan publik penyelenggara negara dalam menyusun program kegiatan serta mengambil kebijakan yang akan dilaksanakan.

          “Untuk itu perlu dibangun pondasi dan sinergi yang kuat antar pemerintah dan masyarakat guna mewujudkan pemerintahan yang baik, bersih, transparan dan akuntabel,” tegasnya.

          Diakhir sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Timur memberikan ucapan selamat kepada PPID Badan Publik pemerintah kabupaten/kota dan PPID Pembantu/SKPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah mendapat peringkat terbaik pada PPID Award Tahun 2016. Penghargaan ini sebagai upaya dalam mematuhi amanat Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Sedangkan bagi PPID yang belum mendapat kesempatan memperoleh peringkat diharapkan tidak patah semangat. Harus mengambil sisi positifnya agar lebih termotivasi untuk menjadi lebih baik, tetap semangat bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin.(Humas-Dishubkominfo)