Blitar – Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Blitar dr.Yudha Satya Wardhana menjelaskan, berdasarkan hasil laboratorium sample yang dikirim ke Balai Besar Veteriner Jogjakarta menyebutkan puluhan sapi yang mati mendadak di wilayah Kecamatan Srengat dan sekitarnya tidak disebabkan oleh adanya virus Anthrax yang selama ini dikhawatirkan oleh banyak pihak. Yudha mengakui sempat ada kekhawatiran adanya penyebaran virus anthrax yang menjangkiti sapi, karena 2 tahun lalu kasus sapi terjangkit Anthrax sempat terjadi di wilayah Kecamatan Srengat, sehingga pengambilan sampel sapi harus dilakukan dengan meminimalisir keluarnya darah. Namun setelah dilakukan uji lab, ternyata hasilnya Negatif Anthrax. Menurut Yudha, saat ini Dinas Peternakan Kabupaten Blitar sudah melakukan upaya sosialisasi terhadap para warga serta vaksinasi ke berbagai wilayah sebagai wujud tindakan preventif . Yudha menambahkan, sapi yang telah diambil darahnya telah dikubur sesuai dengan prosedur demi menekan kekhawatiran penyebaran virus Anthrax.(RIZ-Dishubkominfo)