Blitar – Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Blitar drh. Yudha Satya Wardhana mengatakan, Kecamatan Srengat merupakan salah Kecamatan yang terus mendapatkan pengawasan ketat, terkait pernah ada temuan kasus sapi gila atau anthrax pada beberapa hewan milik warga setempat yang terjadi 2 tahun lalu, namun rupanya hewan ternak yang terinfeksi bakteri anthrax masih bisa disembuhkan. Yudha Menjelaskan melalui beberapa methode pengambilan sample yang sesuai prosedur dengan meminimalisir keluarnya darah pada ternak terduga anthrax, disebut dapat mencegah pembentukan spora pada bakteri anthrax, sebab spora anthrax yang terbentuk akibat bersentuhan dengan udara akan mampu bertahan bahkan hingga puluhan tahun. Selain itu, sebelum sample diambil lokasi temuan anthrax biasanya segera diisolasi agar bakteri berbahaya ini tak menyebar. Menurut Yudha, dengan beberapa methode, penyakit sapi gila atau anthrax yang menjangkiti hewan ternak dapat disembuhkan. Sebelumnya, di beberapa Kecamatan wilayah barat Kabupaten Blitar seperti di Kecamatan Srengat, sebagian Kecamatan Wonodadi dan sebagian Kecamatan Udanawu ditemukan puluhan sapi milik warga mati mendadak dan hal ini cukup menggemparkan, masalahnya di Kecamatan Srengat pernah terjadi kasus sapi gila atau anthrax yang menjangkiti sapi milik warga, namun dari hasil uji sample yang dilakukan dinas Peternakan Kabupaten Blitar terhadap puluhan sapi yang mati mendadak pada 3 minggu lalu negative Anthrax.(RIZ-Dishubkominfo)