Blitar – Masyarakat Kabupaten Blitar harus tetap menjaga kerukunan antar umat beragama, menjaga harmonisasi sehingga situasi tetap kondusif. Merayakan hari besar agama juga harus disesuaikan dengan adat dan budaya Indonesia, namun dengan tidak meninggalkan aqidah. Hal ini disampaikan oleh Bupati Blitar, Drs. H.Rijanto, MM saat memberikan sambutan pada perayaan Dharma Santi Waisak, Jumat (19/5) di Vihara Dharma Jaya Desa Ngembul Kecamatan Binangun.

Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini juga berpesan, kendati umat Budha di Blitar raya ini sedikit, namun, Pemerintah Kabupaten Blitar dan masyarakat tetap mendukung kerukunan. Untuk itu, pada peringatan Hari Suci Waisak tahun ini sebagai momentum dalam membangun nilai-nilai luhur bangsa dan bersama semua anak bangsa untuk tetap menjaga Bhinneka Tunggal Ika.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Dharma Santi Waisak menyampaikan, Dharma Santi Waisak ini dapat terlaksana dengan baik karena dukungan dari semua pihak. Acara ini diawali dengan beberapa kegiatan antara lain, sebulan penghayatan Dhamma (SPD) tanggal 10 April-10 Mei 2017, safari waisak ke Vihara se-Blitar Raya, bakti sosial donor darah, tabur bunga di TMP dan makam Presiden RI pertama, Ir.Soekarno, 11 Mei 2017 merupakan detik-detik Waisak di vihara masing-masing. Disampaikan pula bahwa umat Budha di Kabupaten Blitar tersebar di 8 kecamatan, terdiri dari 21 vihara dengan jumlah umat sekitar 11 ribu orang. Di Blitar juga terdapat tempat meditasi yang notabene terbesar di Asia Tenggara, yakni Pante Semedi Balerejo yang ada di Kecamatan Wlingi.

Diakhir sambutannya, Ketua Penyelenggara hari besar agama ini menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Blitar dan anggota Forpimda yang turut mensukseskan Dharma Santi Waisak ke-2561 Tahun 2017, sehingga berlangsung lancar dan aman.(Humas)