Blitar – Panitia Pengawas Pemilihan Lapangan (PPL), merupakan satu diantara unsur penting dalam proses pemilihan umum. Tugas dan wewenang PPL antara lain mengawasi semua tahapan pemilihan umum di desa, memastikan bahwa peserta demokrasi tersebut telah  sesuai dengan perundang-undangan. Selain itu juga menjamin hak konstitusi warga negara. Ini harus diimbangi dengan profesionalisme, adil dan berintegritas. Hal ini mengemuka dalam sambutan Bupati Blitar yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Drs. Ec.Akhmad Husein, M.Si saat menghadiri Pengambilan Sumpah dan Janji serta Pembekalan Panitia Pengawas Pemilihan Lapangan di Pendopo Sasana Adhi Praja, Rabu (17/1).

Disampaikan pula, bahwa PPL tidak perlu merasa sendiri kendati satu desa/kelurahan hanya berjumlah satu orang. Diharapkan koordinasi terus berlangsung dengan  Panwascab serta Panwas Kabupaten Blitar, termasuk dengan Kepala Desa selaku pemegang kekuasaan wilayah. Sementara itu terkait isu money politic pada pemilihan umum harus benar-benar diawasi, sehingga Pemilihan Umum bisa berlangsung aman, lancar, tertib dan suasana tetap kondusif.  Untuk itu, bagi PPL diharapkan mengikuti pembekalan dengan serius.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Panwaslu Kabupaten Blitar, Nur Mustofa. Menurutnya, PPL  harus profesional dan berintegritas. Para PPL ini harus segera bekerja mulai 20 Januari 2018. Sehingga pembekalan yang berlangsung  sehari ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Diakuinya jumlah PPL dengan yang diawasi tidak seimbang. 1 PPL mengawasi 3 TPS. Kendati demikian jangan menjadikan hambatan. Seperti diketahui, jumlah PPL seluruh Kabupaten Blitar 248 orang. Masing-masing desa/kelurahan 1 orang. (Humas)