Blitar – Bupati Blitar, Drs. H.Rijanto, MM menyerahkan secara simbolis sertifikat  hak atas tanah program strategis nasional kepada masyarakat Kabupaten Blitar, Selasa (30/1) di Pendopo Sasana Adhi Praja. Penyerahan sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2017 ini disaksikan oleh undangan yang hadir seperti Kepala BPN Provinsi Jawa Timur, Kepala BPN Kabupaten Blitar, Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Blitar serta anggota Forpimda.

Dalam sambutannya, Bupati Blitar menyampaikan terima kasih kepada BPN Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Blitar, serta seluruh pihak yang terlibat terhadap penerbitan sertifikat, termasuk pemerintahan desa. Selain itu ungkapan terima kasih juga disampaikan kepada TNI/POLRI yang turut mengawal kegiatan tersebut sehingga tidak ada masalah sampai penerbitan sertifikat.

Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini berpesan agar menjaga baik-baik sertifikat tersebut. Sebab, sertifikat itu adalah bukti hak milik atas lahan yang dimiliki. Sertifikat juga jangan mudah dijadikan agunan di bank, kecuali untuk tambahan modal usaha. Itupun harus hati-hati, karena harus dikalkulasi dahulu, bisa atau tidak untuk mencicil setiap bulannya. Sehingga penggunaan sertifikat tersebut benar-benar produktif. Ini sesuai denga amanah Presiden Jokowi. Orang nomor satu di republik ini berharap bahwa dengan adanya pemberian sertifikat kesejahteraan masyarakat bisa meningkat.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala BPN Provinsi Jawa Timur, Gusmin Tuarita, SH, MH. Diungkapkannya, penggunaan sertifikat tidak boleh sembrono, tidak boleh digunakan untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif melainkan sebagai tambahan modal usaha atau investasi. Itupun harus sesuai dengan kemampuan dalam membayar bunga bank dan nilai pokok pinjaman. Lebih lanjut dia menyampaikan, target legalisasi aset tanah melalui sertifikat se -Indonesia Tahun 2017 sebanyak 5 juta. Sementara untuk Tahun 2018 sebanyak 7 juta sertifikat. Untuk wilayah Jawa Timur 1.500.000 dan wilayah Kabupaten Blitar 48.500. Pemberian sertifikat ini merupakan langkah penting untuk  menegakkan status hak atas tanah. Harapannya, program tersebut terus berlanjut, karena target pada Tahun 2019 sekitar 9 juta sertifikat bagi masyarakat seluruh Indonesia.

Sementara itu,  Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Blitar, Ir. Widodo dalam laporannya menyampaikan bahwa total pemberian sertifikat tanah pada Tahun 2017 sekitar 21.500 Untuk pemberian sertifikat pada hari Selasa, 30 Januari 2018, sebanyak 1.350 yang diberikan kepada  17 desa, 11 kecamatan. Dari jumlah total sertifikat yang diberikan,  sebagian sudah diserahkan melalui desa masing-masing serta di desa tempat pendaftaran. Sedangkan untuk 48.500 sertifikat pada Tahun 2018 baru akan dimulai pelaksanaannya. (Humas)