Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar berkomitmen untuk menyukseskan Tiga Bulan Bebas Sampah (TBBS). Ini dibuktikan dengan gerakan memungut sampah oleh Bupati Blitar, Kepala OPD dan ASN Pemerintah Kabupaten Blitar pada Jumat (2 Pebruari 2018) di Halaman Kantor Bupati Blitar, di Kanigoro. Seruan Bupati Blitar, Drs. H.Rijanto, MM terkait TBBS ini pernah disampaikannya pada saat rapat pimpinan beberapa waktu lalu. Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini menegaskan, setiap Jumat sesudah kegiatan senam, masing-masing OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar untuk menggalakkan kerja bakti, kendati sudah ada petugas kebersihan di masing-masing kantor.

Menurut Bupati Blitar, kerja bakti merupakan bentuk guyub, rukun dan gotong royong. Selain itu, kegiatan kerja bakti untuk mendukung penilaian Adipura di Kota Wlingi. Bupati Blitar juga meminta, kerja bakti khususnya di Kecamatan Wlingi jangan hanya ketika akan penilaian Adipura, namun secara kontinu. Sebagai ASN harus turut merubah pola pikir masyarakat untuk hidup bersih dan sehat.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar, Ir.Krisna Triatmanto, MM saat menerima apel senam pada Jumat (2/2) menyampaikan, TBBS  merupakan program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) yang dimulai tanggal 21 Januari hingga 21 April 2018. Melaui program ini,  pemerintah akan fokus mengurangi limbah sampah.  Pada akhirnya Tahun 2025, Indonesia sudah bebas dari sampah.

Dia juga menegaskan, agar ASN mempunyai jiwa SEMUT (Semangat Memungut Sampah). Sesudah program TBBS ini berakhir, diharapkan kegiatan memungut sampah tetap berlanjut dan  menjadi kebiasan, baik di lingkungan kantor, rumah atau dimanapun berada. Dia juga berharap, piala Adipura yang beberapa tahun tidak bisa diraih oleh Kabupaten Blitar, tahun ini kembali bisa diraih.

Seperti diketahui, Menteri KLHK mengeluarkan Surat Ederan Nomor: SE.1/MenLHK/PSLB3/PLB.0/1/2018. SE ini ditujukan untuk setiap Kepala Daerah. Menurut Menteri Siti Nurbaya, SE menjadi penting, karena berdasarkan UU pengelolaan Sampah No 18 Tahun 2008, wewenang pengendalian sampah ada di Pemerintah Kabupaten/Kota. Tema dari program ini adalah ‘Sayangi Bumi Bersihkan Dari Sampah’. Program ini sudah dilakukan sejak Tahun 2015 dan efektif menyadarkan masyarakat. Ini terbukti banyak muncul komunitas peduli lingkungan terutama pengelolaan sampah. (Humas)