Blitar – Kepala Seksi Surveilan dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Hendro Subagyo pada Senin,  12/02/2018 menjelaskan, Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri saat ini digencarkan diwilayah Jawa Timur, hal ini dikarenakan Jawa Timur masuk pada daerah yang ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri. Untuk di Kabupaten Blitar ORI Difteri baru bisa dilakukan sejak tanggal 3 Februari 2018 kemarin, dan sampai saat ini capaian Imunisasi Difteri baru mencapai 15 persen dari jumlah total sasaran sekitar 303.772 jiwa. “Meskipun capaian imunisasi ORI masih sedikit namun kami memastikan seluruh puskesmas yang ada di kabupaten Blitar sudah melakukan imunisasi. Untuk anak usia 1-5 tahun totalnya ada 69.888 jiwa dimana mereka melakukan imunisasi difteri di puskesmas, sedangkan untuk anak usia 5 – 7 totalnya ada 56.257 jiwa dan usia 7 – 19 totalnya ada 177.627 jiwa, mereka melakukan imunisasi difteri di sekolah masing masing,” ungkap Hendro. Hendro menargetkan imunisasi difteri tahap pertama ditargetkan selesai pada akhir bulan ini, dan bulan Maret akan dilakukan sweaping sehingga pada bulan Juli bisa dilakukan imunisasi difteri yang kedua.

Hendro menambahkan, untuk mengatasi penolakan masyarakat dalam imunisasi difteri, pihaknya terus melakukan pendekatan dan melibatkan berbagai sektor mulai dari tokoh masyarakat hingga agama. Namun ia berharap masyarakat tidak melewatkan kesempatan ini karena  imunisasi ini sifatnya terbatas. “Kami berharap masyarakat tidak melewatkan kesempatan ini karena  imunisasi ini sifatnya terbatas,” kata Hendro. (RIZ-Diskominfo)